Kemkominfo Jaga Stabilitas Sinyal Telekomunikasi Selama Lebaran 2025
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berkolaborasi dengan operator seluler untuk memastikan stabilitas sinyal telekomunikasi selama periode mudik Lebaran 2025, mendirikan posko pemantauan di berbagai titik strategis.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memastikan kestabilan sinyal telekomunikasi selama libur Lebaran 2025 tetap terjaga. Upaya ini dilakukan melalui pemantauan intensif dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Salah satu strategi yang dijalankan adalah dengan membangun posko monitoring telekomunikasi di sejumlah lokasi strategis. Lokasi-lokasi tersebut antara lain Pos Gambir, Posko Semarang, Posko Merak, Pos Tol Kilometer 62, dan Pos Soekarno-Hatta. Posko-posko ini beroperasi selama periode mudik Lebaran, mulai 26 Maret hingga 8 April 2025.
"Posko ini didirikan untuk memantau kualitas sinyal di area-area point of interest (POI) yang ramai dilalui pemudik," jelas Staf Pusat Monitoring Telekomunikasi Kemkominfo, Ayu Mustika, saat ditemui di Pos Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (5/4).
Pemantauan Intensif 24 Jam
Tim pusat monitoring telekomunikasi Kemkominfo bekerja selama 24 jam penuh untuk memastikan kualitas sinyal tetap stabil. Mereka melakukan running test setiap dua jam dan mengirimkan log file untuk analisis. Jika ditemukan gangguan, laporan segera disampaikan kepada operator seluler terkait untuk ditindaklanjuti.
Secara umum, kondisi sinyal di area-area tersebut terpantau stabil dan minim gangguan. Kecepatan rata-rata sinyal berada di atas 3 Mbps, yang dianggap normal dan stabil. Meskipun sempat terjadi penurunan kecepatan sinyal pada puncak Lebaran akibat lonjakan penggunaan, namun hal tersebut dapat segera diatasi berkat pemantauan intensif dan koordinasi yang baik dengan operator seluler.
"Memang sempat ada penurunan sedikit pada hari H Lebaran karena lonjakan penggunaan yang sangat tinggi. Namun, berkat pemantauan intensif dan koordinasi dengan operator, gangguan tersebut dapat segera diatasi," ungkap Ayu.
Kerja Sama Antar Pihak
Dalam menjaga kestabilan sinyal, Kemkominfo bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) dan empat operator seluler besar, yaitu Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Smartfren. Kolaborasi ini mempercepat dan meningkatkan efektivitas penanganan gangguan sinyal.
Selain lonjakan penggunaan data, cuaca buruk seperti hujan juga sempat menyebabkan gangguan sinyal. Namun, Ayu menjelaskan bahwa sinyal biasanya kembali normal setelah hujan reda. "Anehnya, setelah hujan itu biasanya sinyal langsung bagus lagi," tambahnya.
Upaya Kemkominfo ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas layanan telekomunikasi, khususnya selama periode mudik Lebaran. Pemantauan intensif dan kolaborasi yang erat dengan operator seluler menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas sinyal dan kenyamanan komunikasi para pemudik.
Inisiatif ini juga menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi tantangan teknologi dan memastikan aksesibilitas komunikasi yang andal bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama selama periode-periode penting seperti Lebaran. Ke depannya, diharapkan kolaborasi seperti ini dapat terus ditingkatkan untuk memberikan layanan telekomunikasi yang semakin optimal.