Libur Lebaran dan Pola Makan Tinggi Lemak? Imbangi dengan Olahraga Ringan!
Dokter sarankan olahraga ringan seperti jalan kaki atau bersepeda untuk menyeimbangkan pola makan tinggi lemak selama libur Lebaran, khususnya bagi usia di atas 50 tahun, serta tips menjaga pola makan sehat.

Jakarta, 3 April 2024 (ANTARA) - Menikmati kelezatan hidangan Lebaran dengan kadar lemak tinggi kerap menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Andhika Respati Sp.KO, memberikan anjuran penting bagi masyarakat, terutama mereka yang berusia di atas 50 tahun, untuk mengimbangi pola makan tinggi lemak dan kalori selama libur Lebaran dengan olahraga ringan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dan mencegah dampak negatif dari konsumsi makanan berlemak berlebih.
Anjuran ini muncul sebagai respons atas peningkatan konsumsi makanan tinggi lemak dan kalori yang umum terjadi selama periode libur Lebaran. Banyak masyarakat cenderung mengonsumsi makanan berlemak dan manis secara berlebihan, yang berpotensi meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti peningkatan berat badan, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.
Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan asupan kalori dengan aktivitas fisik yang cukup. Dengan demikian, tubuh tetap sehat dan bugar meskipun menikmati hidangan Lebaran yang lezat.
Olahraga Ringan, Solusi Sehat di Libur Lebaran
Menurut dr. Andhika, olahraga low impact seperti bersepeda atau jalan kaki merupakan pilihan tepat. "Kalau (olahraga) low impact bisa pilih bersepeda atau berjalan kaki sih," ujarnya kepada ANTARA di Jakarta. Selain itu, aktivitas fisik yang disukai, seperti berenang atau berjalan di kolam renang, juga dianjurkan selama 30-60 menit, 3-5 kali seminggu.
Senada dengan dr. Andhika, dr. Faisal Parlindungan, Sp.Pd dari RS Cipto Mangunkusumo, menyarankan olahraga ringan minimal 30 menit per hari selama libur Lebaran. Jalan santai menjadi salah satu contoh olahraga yang mudah dilakukan dan bermanfaat. Hal ini penting untuk membakar kalori berlebih dan menjaga metabolisme tubuh tetap optimal.
Kedua dokter spesialis tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik. Dengan mengimbangi konsumsi makanan tinggi kalori dengan olahraga teratur, masyarakat dapat tetap menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh selama libur Lebaran.
Tips Pola Makan Sehat Saat Lebaran
Selain olahraga, dr. Faisal juga memberikan beberapa tips untuk menjaga pola makan sehat selama Lebaran. Salah satunya adalah menghindari memanaskan makanan berulang kali, karena proses tersebut dapat menurunkan nilai gizi, terutama pada sayur-sayuran. Makanan berlemak seperti santan yang dipanaskan berulang bahkan dapat berubah menjadi zat berbahaya bagi tubuh.
Penerapan prinsip "isi piringku" yang dikampanyekan Kementerian Kesehatan juga dianjurkan. Prinsip ini membantu masyarakat untuk mengonsumsi makanan dengan porsi gizi seimbang. Mengonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur sebelum makanan lain juga penting untuk mencegah lonjakan gula darah.
Terakhir, dr. Faisal mengingatkan untuk membatasi konsumsi camilan manis dan gorengan. Lebih baik memilih camilan sehat, seperti camilan rendah gula dan tepung, atau camilan tinggi kacang-kacangan dan buah. "Konsumsi camilan yang lebih sehat, berupa camilan rendah gula dan tepung maupun tinggi kacang-kacangan atau buah," pungkasnya.
Dengan menggabungkan olahraga ringan dan pola makan sehat, masyarakat dapat menikmati libur Lebaran dengan tetap menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Semoga tips ini bermanfaat untuk menjalani Lebaran yang sehat dan penuh berkah!