2,1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek saat H-10 hingga H+2 Lebaran 2025
PT Jasa Marga mencatat lonjakan kendaraan meninggalkan Jabotabek selama periode Lebaran 2025, dengan peningkatan signifikan menuju arah timur (Trans Jawa dan Bandung).
PT Jasa Marga mencatat rekor jumlah kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek selama periode mudik Lebaran 2025. Sebanyak 2.167.702 kendaraan tercatat meninggalkan Jabodetabek dari empat gerbang tol utama (GT) antara H-10 hingga H+2 Lebaran, periode Jumat-Selasa (21 Maret 2025-1 April 2025). Data ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan lalu lintas normal dan angka serupa pada Lebaran 2024.
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari empat GT utama: Cikampek Utama (arah Trans Jawa), Kalihurip Utama (arah Bandung), Cikupa (arah Merak), dan Ciawi (arah Puncak). Peningkatan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Idul Fitri.
Perbandingan data menunjukkan lonjakan yang cukup signifikan. Jika dibandingkan dengan lalu lintas normal (1.692.140 kendaraan), terjadi peningkatan sebesar 28,1 persen. Dibandingkan dengan periode yang sama pada Lebaran 2024 (2.154.173 kendaraan), peningkatannya mencapai 0,6 persen. Hal ini menunjukkan tren peningkatan mobilitas masyarakat dari tahun ke tahun, meski peningkatannya tidak terlalu signifikan di tahun ini.
Distribusi Arus Lalu Lintas
Sebagian besar kendaraan, yaitu 1.208.651 unit (55,8 persen), menuju arah timur, meliputi Trans Jawa dan Bandung. Arah barat (Merak) dilewati 537.347 kendaraan (24,8 persen), sementara arah selatan (Puncak) dilewati 421.704 kendaraan (19,4 persen). Distribusi ini menunjukkan preferensi masyarakat dalam memilih destinasi liburan selama Lebaran.
Lebih rinci, arus lalu lintas menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama mencapai 791.265 kendaraan, meningkat 140,8 persen dari lalu lintas normal. Sementara itu, arus lalu lintas menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 417.386 kendaraan, meningkat 9,1 persen dari lalu lintas normal. Gabungan kedua arah ini mencapai 1.208.651 kendaraan, meningkat 69,9 persen dari kondisi normal.
Menariknya, arus lalu lintas menuju Merak melalui GT Cikupa justru lebih rendah 6,3 persen dari lalu lintas normal, yaitu sebanyak 537.347 kendaraan. Sedangkan arus lalu lintas menuju Puncak melalui GT Ciawi mencapai 421.704 kendaraan, meningkat 3,5 persen dari lalu lintas normal.
Arus Balik: Peningkatan Kendaraan Menuju Jabotabek
Pada H+2 Lebaran (Selasa, 1 April 2025), Jasa Marga mencatat peningkatan arus balik menuju Jabotabek. Tercatat 204.514 kendaraan kembali ke Jabotabek melalui empat GT utama, meningkat 59,2 persen dari lalu lintas normal (128.438 kendaraan). Peningkatan signifikan terlihat pada arus balik dari arah Trans Jawa (GT Cikampek Utama: peningkatan 35,2 persen), Bandung (GT Kalihurip Utama: peningkatan 46,3 persen), dan Puncak (GT Ciawi: peningkatan 30,4 persen).
Lebih lanjut, peningkatan arus balik menuju arah Timur juga signifikan. Di GT Cikampek Utama, tercatat peningkatan 162 persen (64.700 kendaraan) dari lalu lintas normal, sedangkan di GT Kalihurip Utama peningkatannya mencapai 89 persen (48.426 kendaraan).
Data ini memberikan gambaran komprehensif mengenai arus mudik dan balik Lebaran 2025 di wilayah Jabodetabek. Peningkatan signifikan pada arus mudik ke arah timur dan arus balik dari beberapa jalur menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Idul Fitri. Jasa Marga terus memantau dan mengelola lalu lintas untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat.