763 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Jelang Lebaran 2025: Trans Jawa Paling Ramai
Lonjakan kendaraan meninggalkan Jabodetabek jelang Lebaran 2025 mencapai 763.679 unit, dengan peningkatan signifikan menuju arah Trans Jawa.
Jakarta, 26 Maret 2025 - Jelang Lebaran 2025, tepatnya pada periode H-10 hingga H-6 (21-25 Maret 2025), sebanyak 763.679 kendaraan tercatat meninggalkan wilayah Jabodetabek. Data ini dihimpun PT Jasa Marga (Persero) Tbk dari empat gerbang tol utama: Cikampek Utama (arah Trans Jawa), Kalihurip Utama (arah Bandung), Cikupa (arah Merak), dan Ciawi (arah Puncak). Peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat untuk mudik Lebaran tahun ini.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode libur Lebaran 2024 (712.527 kendaraan) dan bahkan melebihi lalu lintas normal (711.338 kendaraan). Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, menyampaikan data ini dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/3).
Distribusi arus lalu lintas menunjukkan mayoritas kendaraan menuju arah timur (Trans Jawa dan Bandung) dengan total 358.099 kendaraan (46,9 persen). Arah barat (Merak) ditempati 237.016 kendaraan (31 persen), sedangkan arah selatan (Puncak) sebanyak 168.564 kendaraan (22,1 persen). Peningkatan ini mencerminkan preferensi masyarakat dalam memilih jalur mudik.
Distribusi Arus Lalu Lintas Menuju Tiga Arah Utama
Data lebih rinci menunjukkan lonjakan signifikan kendaraan menuju Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama, mencapai 204.631 kendaraan atau meningkat 48,8 persen dari lalu lintas normal. Sebaliknya, arus lalu lintas menuju Bandung melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama tercatat 153.468 kendaraan, lebih rendah 5,8 persen dari lalu lintas normal. Secara keseluruhan, arus lalu lintas menuju Trans Jawa dan Bandung meningkat 19,2 persen dari kondisi normal.
Arah Merak, melalui Gerbang Tol Cikupa, mencatat 237.016 kendaraan, sedikit lebih rendah (0,5 persen) dari lalu lintas normal. Sementara itu, arus lalu lintas menuju Puncak melalui Gerbang Tol Ciawi tercatat 168.564 kendaraan, atau 2,4 persen lebih rendah dari kondisi normal. Perbedaan ini menunjukkan variasi mobilitas masyarakat ke berbagai destinasi.
Pada H-6 Lebaran (25 Maret 2025), tercatat 160.021 kendaraan meninggalkan Jabodetabek melalui empat gerbang tol utama, meningkat 24,6 persen dari lalu lintas normal. Lonjakan tertinggi terjadi di arah Trans Jawa dengan total 81.757 kendaraan (peningkatan 62,5 persen), diikuti arah Puncak (31.722 kendaraan, naik 3,7 persen), dan arah Merak (46.542 kendaraan, turun 2,1 persen).
Analisis Data dan Implikasinya
Data yang dirilis Jasa Marga memberikan gambaran jelas mengenai distribusi arus mudik Lebaran 2025. Peningkatan signifikan menuju Trans Jawa menunjukkan popularitas jalur ini sebagai pilihan utama pemudik. Sementara itu, penurunan lalu lintas menuju Bandung dan Merak mengindikasikan faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan, seperti kondisi jalan atau pilihan alternatif transportasi. Data ini penting untuk perencanaan lalu lintas dan antisipasi kemacetan di masa mendatang.
"Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama," jelas Lisye Octaviana. Pemantauan arus lalu lintas terus dilakukan untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Data ini juga akan menjadi bahan evaluasi bagi Jasa Marga dan instansi terkait untuk meningkatkan pelayanan dan manajemen lalu lintas di masa mendatang. Dengan memahami pola arus mudik, langkah-langkah antisipatif dapat diambil untuk meminimalisir potensi kemacetan dan memastikan kenyamanan pemudik.
Kesimpulannya, data arus mudik Lebaran 2025 yang dirilis Jasa Marga memberikan informasi berharga mengenai pola perjalanan masyarakat Indonesia. Data ini menjadi acuan penting dalam perencanaan dan pengelolaan lalu lintas di masa mendatang.