Aceh Optimistis: Produksi Padi Tembus 1,7 Juta Ton di 2025
Pemerintah Aceh optimistis produksi padi akan mencapai 1,7 juta ton pada 2025, didorong peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman.
Pemerintah Aceh memasang target ambisius: produksi padi mencapai 1,7 juta ton pada tahun 2025. Target ini disampaikan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, berdasarkan proyeksi peningkatan produksi dan dukungan program pemerintah pusat. Optimisme ini muncul di tengah capaian produksi padi Aceh yang terus meningkat, meskipun belum mencapai angka tersebut dalam dua tahun terakhir.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Distanbun Aceh, Safrizal, mengungkapkan keyakinan tersebut di Banda Aceh, Senin (24/2). Ia menjelaskan bahwa dukungan pemerintah pusat melalui program swasembada pangan, berupa bantuan benih unggul dan alat pertanian, menjadi faktor pendorong utama. "Kami optimis karena pemerintah pusat sedang gencar mendorong program swasembada pangan dengan berbagai bantuan seperti benih unggul dan alat pertanian," ujar Safrizal.
Meskipun produksi padi Aceh pada 2023 hanya mencapai 1,4 juta ton gabah kering giling (GKG), angka ini meningkat signifikan pada 2024 menjadi 1,64 juta ton GKG, atau naik 17,03 persen. Peningkatan ini menjadi dasar optimisme Distanbun Aceh dalam mencapai target 1,7 juta ton pada 2025. "Melihat peningkatan dari 2023 ke 2024, kami optimistis dapat mencapai target. Apalagi, data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa peningkatan produksi tertinggi terjadi di Aceh," tambah Safrizal.
Target Produksi Padi Aceh 2025: Antara Optimisme dan Realita
Target produksi padi Aceh sebesar 1,7 juta ton pada 2025 didasarkan pada beberapa faktor. Salah satunya adalah rencana peningkatan indeks pertanaman di berbagai kabupaten/kota. Saat ini, indeks pertanaman di beberapa daerah masih satu kali tanam per tahun, namun ke depan, pemerintah Aceh berupaya meningkatkannya menjadi dua atau bahkan tiga kali tanam per tahun. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak produksi secara signifikan.
Safrizal menjelaskan bahwa perhitungan target produksi mempertimbangkan data produksi dua tahun terakhir dan rencana peningkatan indeks pertanaman. "Perhitungan-perhitungan ini yang kita akumulasi menjadi target produksi sehingga kita melihat dan menetapkan angka produksi kita sedikit lebih tinggi dari capaian tahun lalu," jelasnya. Ia menekankan bahwa target tersebut masih tergolong realistis mengingat tren peningkatan produksi yang terjadi.
Aceh Utara dan Aceh Besar menjadi dua daerah penyumbang produksi padi terbesar di Aceh, dengan luas sawah masing-masing mencapai 39.762 hektare dan 21.512 hektare. Daerah lain seperti Bireuen, Aceh Timur, dan Pidie Jaya juga turut berkontribusi dalam produksi padi Aceh.
Produksi padi Aceh yang melimpah juga mampu memenuhi kebutuhan beras penduduk. Dengan populasi sekitar 5,3 juta jiwa dan konsumsi rata-rata 126 kg per kapita per tahun, kebutuhan beras Aceh diperkirakan sekitar 700 ribu ton per tahun. Sementara itu, produksi beras dari total padi yang dihasilkan mencapai hampir 1 juta ton, sehingga surplus sekitar 300 ribu ton.
Target Produksi Komoditas Pangan Lainnya di Aceh
Selain padi, Pemerintah Aceh juga menargetkan peningkatan produksi komoditas pangan lainnya pada 2025. Target tersebut antara lain: jagung sebanyak 229.601 ton, kedelai 639 ton, kacang tanah 2.278 ton, kacang hijau 564 ton, ubi kayu 31.047 ton, dan ubi jalar 4.340 ton. Target ini menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Secara keseluruhan, optimisme Pemerintah Aceh dalam mencapai target produksi padi 1,7 juta ton pada 2025 didasari oleh tren peningkatan produksi yang positif, dukungan pemerintah pusat, dan rencana peningkatan indeks pertanaman. Namun, keberhasilan pencapaian target ini tetap bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, ketersediaan infrastruktur pertanian, dan dukungan dari para petani.