APBN Dukung Pariwisata dan Jalan Tol, 12,34 Juta Wajib Pajak Lapor SPT
Laporan SPT tembus 12,34 juta, APBN dukung pembangunan pariwisata dan infrastruktur jalan tol, serta prediksi puncak arus balik Lebaran 2025.
Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana: Pada 1 April 2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat 12,34 juta wajib pajak telah melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) tahun pajak 2024. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengumumkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan digunakan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah dan pembangunan infrastruktur jalan tol. Hal ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konektivitas di Indonesia. Puncak arus balik Lebaran 2025 diperkirakan terjadi pada 6-7 April, berdasarkan prediksi InJourney.
Pemerintah berupaya untuk meningkatkan pendapatan negara melalui kepatuhan pajak dan secara bersamaan, berinvestasi dalam infrastruktur untuk menunjang sektor pariwisata dan perekonomian nasional. Data pelaporan SPT menunjukkan peningkatan kepatuhan wajib pajak, sementara dukungan APBN untuk infrastruktur diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia pasca libur Lebaran.
Langkah-langkah ini saling berkaitan dan menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Dengan peningkatan pendapatan negara dari pajak dan investasi yang tepat sasaran, diharapkan Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.
APBN Mendukung Pembangunan Infrastruktur dan Pariwisata
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menekankan peran penting APBN dalam pembangunan infrastruktur dan sektor pariwisata. "APBN hadir untuk mendukung pembangunan wisata daerah hingga jalan tol," ungkap Sri Mulyani. Investasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.
Pembangunan infrastruktur jalan tol akan meningkatkan konektivitas antar daerah, memudahkan aksesibilitas, dan memperlancar distribusi barang dan jasa. Sementara itu, pengembangan sektor pariwisata akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah tujuan wisata.
Sri Mulyani menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran secara efektif dan efisien untuk memastikan pembangunan infrastruktur dan pariwisata berjalan dengan optimal. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah berharap dengan adanya dukungan APBN ini, sektor pariwisata dan infrastruktur di Indonesia dapat semakin berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. Hal ini juga akan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
12,34 Juta Wajib Pajak Lapor SPT, Menunjukkan Peningkatan Kepatuhan
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat capaian yang signifikan dalam pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) tahun pajak 2024. Hingga 1 April 2025, tercatat sebanyak 12,34 juta wajib pajak telah melaporkan SPT mereka. Angka ini menunjukkan peningkatan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Peningkatan jumlah pelaporan SPT ini menandakan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak dan kontribusinya terhadap pembangunan negara. Hal ini juga menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam melakukan sosialisasi dan edukasi perpajakan kepada masyarakat.
DJP terus berupaya untuk meningkatkan kepatuhan pajak melalui berbagai program dan inovasi. Salah satunya adalah dengan mempermudah akses dan proses pelaporan SPT, baik secara online maupun offline. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan optimalisasi penerimaan negara.
Dengan meningkatnya kepatuhan pajak, pemerintah dapat mengalokasikan dana yang lebih besar untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan program kesejahteraan sosial lainnya. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi pada 6-7 April
PT Angkasa Pura I (InJourney Airports) memprediksi puncak arus balik Lebaran Idul Fitri 1446 H akan terjadi pada tanggal 6-7 April 2025. Prediksi ini didasarkan pada data pergerakan penumpang di 37 bandara yang dikelola oleh InJourney di seluruh Indonesia.
InJourney telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode arus balik ini. Persiapan tersebut meliputi peningkatan kapasitas layanan, penambahan petugas, dan optimalisasi sistem keamanan dan keselamatan penerbangan.
Pihak InJourney mengimbau kepada para pemudik untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan mempertimbangkan waktu tempuh perjalanan. Para pemudik juga diimbau untuk memperhatikan informasi terkini terkait kondisi lalu lintas dan penerbangan.
Dengan adanya prediksi ini, diharapkan masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran. Persiapan yang matang akan membantu meminimalisir potensi kendala selama perjalanan.
Harga pangan yang terkendali menjadi salah satu faktor pendorong perbaikan ekonomi pasca Lebaran. Hal ini disampaikan oleh Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian. Kondisi ini memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, PT Pelni juga menyediakan 400 tiket gratis untuk arus balik rute Jakarta-Batam guna membantu masyarakat yang merayakan Lebaran di luar kota.