Arus Balik Gilimanuk Meningkat 24 Persen, ASDP Optimalkan Sistem Online
PT ASDP Indonesia Ferry melaporkan peningkatan arus balik penumpang dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk sebesar 24,3 persen dibandingkan tahun lalu, dengan sistem online membantu mengelola lonjakan tersebut.
PT ASDP Indonesia Ferry melaporkan peningkatan signifikan arus balik penumpang Lebaran dari Pulau Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Pada H+1 Idul Fitri, tercatat 37.943 penumpang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk. Peningkatan ini mencapai 24,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat pasca libur Lebaran.
Shelvy Arifin, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penumpang ini berhasil diatasi berkat strategi manajemen yang diterapkan ASDP. Salah satu kunci keberhasilan adalah sistem pembelian tiket online yang diterapkan ASDP. Sistem ini terbukti efektif dalam mengatur kedatangan pemudik dan menekan kepadatan di pelabuhan.
Dengan sistem online, ASDP mampu mengantisipasi dan mengatur arus penumpang dengan lebih baik. Hal ini menunjukkan pentingnya teknologi dalam mendukung kelancaran transportasi selama musim mudik dan balik Lebaran. ASDP juga telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memastikan kelancaran arus balik dan kenyamanan penumpang.
Strategi ASDP dalam Mengelola Arus Balik
Untuk menghadapi lonjakan arus balik, ASDP mengerahkan 32 unit armada kapal di Selat Bali. Langkah ini memastikan ketersediaan armada yang cukup untuk memenuhi kebutuhan penumpang. Selain itu, ASDP juga menerapkan sistem delaying di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk untuk mencegah penumpukan kendaraan.
Di Pelabuhan Ketapang, kendaraan penumpang diarahkan ke Grand Watudodol dan Dermaga Bulusan, sementara kendaraan barang diarahkan ke Lapangan Sepak Bola Areba dan Terminal Sritanjung. Sedangkan di Pelabuhan Gilimanuk, lokasi penampungan kendaraan penumpang disiapkan di Terminal Kargo dan Terminal Bus Gilimanuk, dan kendaraan barang di Jembatan Timbang Cekik.
ASDP juga menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran arus balik. Kerjasama ini mencakup ketersediaan kapal, optimalisasi operasional, dan pengelolaan antrean kendaraan. Semua upaya ini bertujuan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien bagi masyarakat.
"Lewat pembelian tiket online, kedatangan pemudik di pelabuhan lebih terjadwal sehingga antisipasi pengaturan bisa dilakukan lebih baik," ujar Shelvy Arifin. ASDP berharap sistem ini dapat terus diterapkan untuk arus balik, sehingga penumpang dapat menjadwalkan keberangkatan mereka dengan lebih baik.
Imbauan kepada Pemudik
ASDP mengimbau para pemudik untuk disiplin mengikuti jadwal keberangkatan dan menghindari puncak arus balik. Dengan disiplin pengguna jasa dan strategi operasional yang telah disiapkan, ASDP optimis dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien.
"Untuk kelancaran arus balik, kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Kami memastikan ketersediaan kapal, optimalisasi operasional, serta pengelolaan antrean kendaraan agar perjalanan arus balik berjalan lancar," tambah Shelvy Arifin. Hal ini menunjukkan komitmen ASDP dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan berbagai strategi dan imbauan yang dikeluarkan, ASDP berupaya memastikan kelancaran arus balik Lebaran 2024 melalui Pelabuhan Gilimanuk. Semoga dengan kerjasama semua pihak, arus balik dapat berjalan lancar dan nyaman bagi seluruh pemudik.