Bengkayang Siap Atasi Kekurangan 1.394 Guru Lewat PPG dan Strategi Jitu
Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkomitmen penuhi kekurangan 1.394 guru melalui program PPG dan berbagai strategi, termasuk redistribusi guru dan kerja sama dengan TNI.
Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, saat ini tengah menghadapi tantangan serius berupa kekurangan guru yang mencapai 1.394 orang di berbagai jenjang pendidikan, terutama di wilayah pedalaman. Kekurangan ini tersebar di 21 TK, 260 SDN, 14 SDS, 80 SMPN, dan 5 SMPS. Namun, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan ini melalui berbagai strategi inovatif dan kolaborasi dengan pemerintah pusat.
Langkah-langkah yang akan diambil meliputi percepatan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) daerah perbatasan, mendayagunakan guru yang telah mengikuti PPG Dalam Jabatan (Daljab), serta meningkatkan kompetensi guru yang belum memiliki gelar S-1 melalui kerja sama dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK). Pemerintah Kabupaten Bengkayang juga berencana melakukan redistribusi guru, optimalisasi jam mengajar, dan regruping untuk memastikan pemerataan tenaga pendidik.
Bupati Darwis juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan guru, peningkatan infrastruktur pendidikan, dan penguatan tata kelola pendidikan. Dukungan ini diharapkan dapat mengatasi disparitas pendidikan di wilayah perbatasan. "Dengan dukungan Kemendikdasmen, kami optimis mewujudkan Kabupaten Bengkayang sebagai daerah yang mandiri dan berkelanjutan melalui penguatan sumber daya manusia yang unggul," ujar Bupati Darwis.
Solusi Komprehensif Atasi Krisis Guru di Bengkayang
Pemerintah Kabupaten Bengkayang telah merumuskan strategi komprehensif untuk mengatasi kekurangan guru. Salah satu fokus utama adalah percepatan program PPG Daljab. "Terkait dengan pemenuhan guru dan Sapras di Bengkayang kita sudah melakukan pertemuan dengan Dirjen GTK Kemendikdasmen beberapa hari lalu untuk membahas hal tersebut. Dan kementerian juga menanggapi positif dan akan mempercepat pengadaan guru dan Saprasnya di Bengkayang," kata Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis.
Selain PPG, strategi lain yang dijalankan meliputi peningkatan kompetensi guru non-S1 melalui kerjasama dengan LPK, redistribusi guru agar merata, optimalisasi jam mengajar, dan regruping guru. Bahkan, kerjasama dengan TNI pun dijajaki untuk memastikan ketersediaan guru di daerah perbatasan.
Tidak hanya fokus pada guru, pemerintah daerah juga memperhatikan infrastruktur pendidikan. Renovasi sekolah yang rusak di daerah rawan bencana serta penyediaan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) menjadi prioritas. Penguatan tata kelola pendidikan juga menjadi perhatian, termasuk penyediaan tenaga administrasi seperti tata usaha, pustakawan, dan laboran TIK untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dana BOS.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik juga diusulkan untuk mendukung kualitas pendidikan. Semua upaya ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Bengkayang.
Dukungan Kemendikdasmen untuk Bengkayang
Direktur Jenderal GTK, Prof. Dr. Nunuk Suryani, menegaskan komitmen Kemendikdasmen untuk memberikan perhatian khusus kepada daerah perbatasan seperti Bengkayang. "Kami akan mempercepat pengadaan guru serta bantuan sarana dan prasarana guna mendukung pemerataan pendidikan berkualitas," ujarnya. Kemendikdasmen juga akan mempercepat pelaksanaan PPG bagi guru di Bengkayang agar segera tersertifikasi dan kompetensinya meningkat.
Saat ini, terdapat 45 guru PPG Daljab yang siap didayagunakan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Dukungan dari pemerintah pusat ini menjadi angin segar bagi upaya Bengkayang dalam mengatasi kekurangan guru dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat diharapkan dapat mewujudkan pemerataan pendidikan berkualitas di seluruh wilayah, termasuk daerah perbatasan.
Dengan berbagai strategi dan dukungan dari pemerintah pusat, Kabupaten Bengkayang optimis dapat mengatasi kekurangan guru dan mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh warganya. Komitmen ini diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu membangun daerah.