Harga Sawit Riau Naik! Petani Untung Rp78,77 per Kg
Harga tandan buah segar (TBS) sawit Riau naik Rp78,77 per kg menjadi Rp3.683,3 per kg, didorong kenaikan harga CPO dan kernel.
Pekanbaru, 25 Februari 2025 - Kabar gembira bagi petani sawit di Riau! Harga tandan buah segar (TBS) sawit untuk periode 26 Februari - 4 Maret 2025 mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS sawit umur sembilan tahun kini mencapai Rp3.683,3 per kg, naik sebesar Rp78,77 per kg dibandingkan harga seminggu sebelumnya yang tercatat Rp3.604,56 per kg. Kenaikan ini terjadi di seluruh wilayah Riau dan berdampak positif pada pendapatan petani.
Kenaikan harga ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Defris Hatmaja. Dalam keterangannya di Pekanbaru, Selasa, Defris menjelaskan bahwa lonjakan harga TBS disebabkan oleh peningkatan harga minyak sawit mentah (CPO) dan kernel. Hal ini menunjukkan korelasi positif antara harga komoditas utama sawit dengan pendapatan petani.
Penetapan harga TBS ini, menurut Defris, merupakan hasil kerja keras tim penetapan harga yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Proses penetapan harga ini selalu diupayakan sesuai regulasi dan berkeadilan bagi semua pihak, baik petani maupun perusahaan pengolah sawit. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk melindungi kesejahteraan petani sawit.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Sawit
Kenaikan harga CPO dan kernel menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan harga TBS sawit di Riau. Defris Hatmaja menjelaskan bahwa indeks K untuk satu bulan ke depan mencapai 92,89 persen. Harga penjualan CPO minggu ini naik sebesar Rp324,54, sementara harga kernel naik sebesar Rp243,10 dibandingkan minggu lalu. Kenaikan harga komoditas ini berdampak langsung pada harga TBS yang diterima petani.
Lebih lanjut, Defris menjelaskan bahwa terdapat beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan. Mengacu pada Permentan Nomor 01 Tahun 2018 Pasal 8, harga CPO dan kernel yang digunakan dalam perhitungan harga TBS adalah harga rata-rata tim. Jika terjadi validasi 2, maka harga rata-rata KPBN (Kementerian Perdagangan) yang digunakan. Harga rata-rata CPO KPBN periode ini adalah Rp15.118, dan harga kernel KPBN adalah Rp11.400.
Dengan demikian, kenaikan harga TBS sawit di Riau periode ini merupakan dampak langsung dari mekanisme pasar yang sehat dan transparan. Kenaikan harga CPO dan kernel yang signifikan memberikan dampak positif bagi pendapatan petani sawit, khususnya mitra plasma yang juga merasakan kenaikan harga TBS.
Dampak Positif bagi Petani Sawit
Kenaikan harga TBS sawit ini tentunya membawa angin segar bagi petani sawit di Riau. Peningkatan pendapatan yang signifikan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang bergantung pada perkebunan sawit. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung sektor perkebunan sawit.
Dengan harga TBS yang mencapai Rp3.683,3 per kg dan harga cangkang Rp18,70 per kg (berlaku satu bulan ke depan), petani sawit dapat berharap pada peningkatan pendapatan yang cukup signifikan. Kenaikan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Pemerintah Provinsi Riau dan pihak terkait akan terus memantau perkembangan harga TBS sawit dan memastikan agar penetapan harga tetap adil dan transparan. Komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit akan terus dijaga dan ditingkatkan demi keberlanjutan sektor perkebunan sawit di Riau.
Kenaikan harga TBS sawit ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas sawit di Riau. Dengan adanya insentif berupa harga yang tinggi, petani akan termotivasi untuk meningkatkan perawatan dan pengelolaan perkebunan sawit mereka.