Idul Fitri di Rutan Samarinda: Ratusan Napi Rayakan Lebaran dengan Khidmat dan Harapan Baru
Ratusan narapidana di Rutan Samarinda merayakan Idul Fitri dengan khidmat, melaksanakan shalat Id berjamaah, saling memaafkan, dan menerima remisi sebagai motivasi untuk memperbaiki diri.
Ratusan narapidana dan petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda, Kalimantan Timur, merayakan Idul Fitri 1444 H dengan khidmat. Perayaan dimulai dengan ibadah shalat Id berjamaah di lapangan Rutan pada Senin, 24 April 2023, pukul 07.00 WITA. Shalat Id dipimpin oleh Ustaz Haji Muhammad yang juga menyampaikan khutbah mengenai pentingnya meraih ampunan Allah SWT setelah Ramadhan dan arti penting saling memaafkan.
Ustaz H. Muhammad dalam khutbahnya menyampaikan, "Pada hari ini kita mendapatkan dua pengampunan dari Allah SWT, pertama setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan, dan kedua setelah kita bersalam-salaman saling bermaafan." Suasana khusyuk dan penuh hikmat menyelimuti pelaksanaan shalat Id tersebut, menunjukkan semangat kebersamaan dan keimanan para narapidana di tengah keterbatasan.
Kepala Rutan Samarinda, Heru Yuswanto, turut hadir dan menyampaikan pesan tentang makna Idul Fitri sebagai momentum untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi. Beliau menekankan pentingnya meneladani ajaran kasih dan perdamaian Islam. Hal ini sejalan dengan upaya pembinaan yang dilakukan Rutan Samarinda untuk membantu para narapidana memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik.
Shalat Id dan Saling Memaafkan: Suasana Haru di Rutan Samarinda
Usai pelaksanaan shalat Id, momen saling memaafkan menjadi pemandangan yang mengharukan. Para narapidana dan petugas rutan saling bersalaman dan berpelukan, menyampaikan permintaan maaf dan saling memaafkan. Atmosfer kebersamaan dan rasa saling menghargai begitu terasa di Rutan Samarinda pagi itu. Peristiwa ini menunjukkan bahwa semangat Idul Fitri mampu menumbuhkan rasa persaudaraan dan empati, bahkan di lingkungan rutan.
Kepala Rutan berharap momen ini dapat menjadi motivasi bagi para narapidana untuk aktif dalam program pembinaan rutan, terutama kegiatan kerohanian. Hal ini diharapkan dapat membantu membentuk pribadi yang lebih baik dan mempersiapkan mereka untuk kembali ke masyarakat.
Heru Yuswanto menambahkan, "Kami berharap pemberian remisi ini menjadi motivasi agar selama menjalani pidana selalu mengikuti program kegiatan yang dilaksanakan oleh Rutan Samarinda, terutama kegiatan kerohanian yang dapat membantu membentuk pribadi yang lebih baik." Remisi ini menjadi simbol harapan baru bagi para narapidana untuk memulai kehidupan yang lebih baik.
Remisi Idul Fitri untuk Narapidana
Sebagai bagian dari perayaan Idul Fitri, Rutan Samarinda memberikan remisi khusus kepada 662 warga binaan. Rinciannya, 652 orang menerima Remisi Khusus I dan 10 orang menerima Remisi Khusus II, dengan satu orang di antaranya harus menjalani subsider. Pemberian remisi ini merupakan bentuk apresiasi atas perilaku baik dan partisipasi aktif para narapidana dalam program pembinaan.
Pemberian remisi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para narapidana untuk terus memperbaiki diri dan menunjukkan perilaku yang baik selama menjalani masa hukuman. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan dari pihak Rutan dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial para narapidana.
Dengan adanya remisi ini, diharapkan para narapidana dapat menyambut Idul Fitri dengan hati yang lebih tenang dan penuh harapan untuk masa depan yang lebih baik. Momen ini menjadi lembaran baru bagi mereka untuk memulai hari dengan hati yang bersih dan penuh harapan, seperti yang disampaikan oleh Kepala Rutan Samarinda.
Perayaan Idul Fitri di Rutan Samarinda tahun ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan keimanan tetap dapat terjaga, bahkan di tengah keterbatasan. Semoga momen ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk senantiasa saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi.