Kesadaran Kolektif, Kunci Atasi Banjir di Jambi: Wali Kota Tekankan Peran Semua Pihak
Wali Kota Jambi, Maulana, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mengatasi masalah banjir yang kembali melanda sejumlah kawasan di Kota Jambi saat Idul Fitri.
Banjir kembali melanda beberapa kawasan di Kota Jambi saat perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah. Hal ini mendorong Wali Kota Jambi, Maulana, untuk menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam mengatasi permasalahan tersebut. Pernyataan ini disampaikan pada Senin, 31 Maret, di Jambi. Wali Kota Maulana menegaskan bahwa mengatasi banjir membutuhkan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah saja.
Menurut Wali Kota Maulana, "Menekankan kesadaran seluruh kolektif kita untuk mengatasi ancaman banjir yang jika tiga jam hujan deras berakibat banjir." Beliau menambahkan bahwa hujan deras selama tiga jam saja sudah cukup untuk mengakibatkan banjir di beberapa titik di Kota Jambi. Kondisi ini menunjukkan urgensi kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Peristiwa banjir yang terjadi bertepatan dengan hari raya Idul Fitri menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi warga yang terdampak. Bahkan, pelaksanaan shalat Idul Fitri yang awalnya direncanakan di lapangan Kantor Wali Kota terpaksa dialihkan ke Masjid DPRD Kota Jambi karena hujan deras yang tidak kunjung reda. Meskipun demikian, antusiasme masyarakat untuk melaksanakan shalat Idul Fitri tetap tinggi, dengan Ustadz Zulfikar sebagai imam dan Muhammad Amin Qadri sebagai khatib.
Solusi Mengatasi Banjir di Jambi
Wali Kota Maulana memaparkan beberapa langkah yang akan diambil untuk mengatasi permasalahan banjir di Kota Jambi. Salah satunya adalah penerapan peraturan Wali Kota terkait biopori. Sistem biopori diharapkan dapat mempermudah penyerapan air ke dalam tanah, sehingga mengurangi genangan air dan meminimalisir risiko banjir. Langkah ini merupakan solusi berbasis lingkungan yang ramah dan berkelanjutan.
Selain itu, Wali Kota juga meminta para pelaku usaha untuk menaati aturan pembangunan dan tidak melanggar AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Pemkot Jambi berencana membentuk tim khusus untuk mengawasi perizinan pembangunan, guna mencegah pelanggaran yang dapat merugikan masyarakat dan meningkatkan risiko banjir. Hal ini menunjukkan komitmen Pemkot Jambi untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Pentingnya peran serta masyarakat juga ditekankan oleh Wali Kota. Kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan turut serta dalam program-program pemerintah untuk mengatasi banjir sangat diperlukan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam upaya penanggulangan banjir di Kota Jambi.
Peran Serta Semua Pihak
Pemerintah Kota Jambi menyadari bahwa mengatasi masalah banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Kerjasama dan kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha, sangat krusial. Dengan adanya peraturan Wali Kota terkait biopori dan pengawasan ketat terhadap perizinan pembangunan, diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Selain itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah juga perlu ditingkatkan. Dengan pemahaman dan kesadaran yang tinggi dari masyarakat, upaya penanggulangan banjir akan lebih efektif dan berkelanjutan. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing juga menjadi kunci keberhasilan upaya ini.
Pembentukan tim khusus untuk mengawasi perizinan pembangunan merupakan langkah strategis untuk mencegah pelanggaran AMDAL yang dapat memperparah masalah banjir. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan pembangunan di Kota Jambi dapat dilakukan secara bertanggung jawab dan ramah lingkungan, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
Wali Kota Maulana berharap, dengan adanya kesadaran kolektif dari semua pihak, permasalahan banjir di Kota Jambi dapat teratasi secara efektif dan berkelanjutan. Kerjasama yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kota Jambi yang bebas dari ancaman banjir.
Meskipun pelaksanaan shalat Idul Fitri harus dialihkan karena hujan deras, semangat dan antusiasme masyarakat untuk beribadah tetap tinggi. Hal ini menunjukkan kekompakan dan kebersamaan masyarakat Kota Jambi dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam seperti banjir.