Kirab Pusaka Banyumas: Mengenalkan Sejarah kepada Generasi Muda
Kirab Pusaka Banyumas, rangkaian Hari Jadi ke-454, sukses mengenalkan sejarah daerah kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus mendorong pariwisata lokal.
Purwokerto, 16 Februari 2024 - Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Agus Nur Hadie, menjelaskan Kirab Pusaka Kabupaten Banyumas sebagai upaya mengenalkan sejarah daerah, terutama kepada generasi muda. Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Ke-454 Kabupaten Banyumas yang jatuh setiap tanggal 22 Februari. Kirab pusaka yang diselenggarakan Minggu lalu melibatkan berbagai elemen masyarakat Banyumas.
Lebih dari Sekedar Perayaan
Kirab Pusaka Banyumas tidak hanya menampilkan pusaka bersejarah seperti Tombak Kiai Genjring, Keris Kiai Gajah Endro, Keris Kiai Nalapraja, dan Keris Kiai Sempana Bener. Foto-foto para bupati Banyumas dari masa ke masa, mulai dari R Djoko Kahiman (1582-1583) hingga Achmad Husein (2013-2023), juga turut diarak. Pj. Bupati Banyumas, Iwanuddin Iskandar, dalam sambutannya yang disampaikan dalam Bahasa Jawa Banyumasan, menekankan pentingnya menjaga warisan sejarah ini untuk mewujudkan Banyumas yang tertib, tentram, sejahtera, dan makmur.
Agus Nur Hadie menambahkan, "Kirab ini diharapkan dapat menyemangati dan memeriahkan peringatan Hari Jadi Ke-454 Kabupaten Banyumas, sesuai tema 'Guyub Rukun Bareng Bareng Mbangun Banyumas'." Tema ini sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Banyumas terpilih untuk mewujudkan Banyumas yang Produktif, Adil, dan Sejahtera (PAS).
Mengenalkan Sejarah dan Mendorong Pariwisata
Sekda Agus Nur Hadie menjelaskan lebih lanjut, "Kita tidak boleh meninggalkan sejarah. Kirab ini bertujuan mengenalkan siapa saja yang berjasa bagi Banyumas, termasuk pusaka-pusaka yang diyakini membawa aura positif bagi Kabupaten Banyumas." Acara ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga memiliki dampak positif bagi sektor pariwisata. Kirab Pusaka Banyumas telah masuk dalam kalender wisata tahunan, menarik banyak pengunjung dari luar daerah dan meningkatkan okupansi hotel di Banyumas.
Prosesi kirab dimulai dengan upacara pemberangkatan di halaman Pendopo Wakil Bupati Banyumas, kemudian menyusuri Jalan Jenderal Soedirman sejauh 2 kilometer menuju Pendopo Bupati Banyumas (Pendopo Si Panji Purwokerto). Iring-iringan kirab melibatkan Pj. Bupati, pejabat Forkopimda, kepala OPD, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat umum. Pj. Bupati menyerahkan langsung Tombak Kiai Genjring kepada salah satu bregada (prajurit), sementara tiga keris lainnya ditempatkan dalam joli (tandu) untuk diarak dengan penuh hormat.
Warisan Budaya dan Semangat Kebersamaan
Acara ini juga menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat Banyumas dalam melestarikan warisan budaya. Partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat, mulai dari pejabat pemerintah hingga organisasi kemasyarakatan, menunjukkan komitmen untuk menjaga dan menghidupkan kembali sejarah Banyumas. Prosesi kirab diakhiri dengan pelereman (penempatan kembali) pusaka di Pendopo Si Panji Purwokerto.
Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, Kirab Pusaka Banyumas tidak hanya menjadi ajang mengenalkan sejarah, tetapi juga sebagai wahana untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa kebanggaan terhadap daerah. Suksesnya acara ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa dalam melestarikan warisan budaya dan sejarahnya.
Selain itu, dampak positif terhadap sektor pariwisata juga menjadi poin penting. Meningkatnya kunjungan wisatawan berdampak positif terhadap perekonomian lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyumas.
Kesimpulan
Kirab Pusaka Banyumas merupakan inisiatif yang cerdas dan efektif dalam mengenalkan sejarah kepada generasi muda sekaligus mempromosikan pariwisata lokal. Dengan menggabungkan unsur budaya, sejarah, dan pariwisata, acara ini berhasil menciptakan perayaan yang bermakna dan berdampak positif bagi masyarakat Banyumas.