Mensos Minta Pemda Pastikan Bantuan Tepat Sasar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta pemerintah daerah memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dan mendorong kemandirian Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menekankan pentingnya penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Pernyataan ini disampaikan saat Dialog Pilar-pilar Sosial Solo Raya Bersama Gus Mensos dan Wamensos di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (18/1). Ia meminta pemerintah daerah untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM) yang berhak.
Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah tengah melakukan konsolidasi nasional dengan berbagai lembaga dan pemerintah daerah untuk menurunkan angka kemiskinan secara terukur. Intervensi berkelanjutan dan koordinasi yang kuat menjadi kunci keberhasilan program ini. Bantuan diharapkan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga digunakan sesuai peruntukannya oleh para penerima.
Angka kemiskinan di Solo Raya masih menjadi perhatian. Dengan angka kemiskinan sekitar 10 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional (9 persen), Gus Ipul berharap kerja sama semua pihak dapat menekan angka tersebut. Ia menekankan pentingnya kerja sama untuk mencapai target penurunan angka kemiskinan.
Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi fokus utama. Mensos meminta pendamping PKH untuk mendorong KPM agar tidak hanya bergantung pada bantuan, melainkan naik kelas menuju kesejahteraan. Pendamping diharapkan aktif mengarahkan KPM untuk berpartisipasi dalam program pemberdayaan masyarakat.
Strategi yang diusung adalah graduasi KPM. Setelah lulus dari PKH, KPM akan diarahkan pada program bantuan modal, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pasar. Hal ini akan mengurangi ketergantungan pada bansos dan mendorong kemandirian ekonomi. Kementerian terkait seperti Kementerian UMKM, Koperasi, dan Tenaga Kerja akan berperan dalam program ini.
Target yang ditetapkan cukup tinggi. Setiap pendamping PKH ditargetkan menggraduasi 10 KPM per tahun. Untuk mencapai target ini, pendamping perlu bekerja dengan data yang akurat dan terstruktur. Mereka harus membuat profil KPM, perencanaan yang matang, serta memetakan KPM yang membutuhkan rehabilitasi atau pemberdayaan.
Pendamping juga perlu menentukan target waktu graduasi KPM. Data yang akurat akan membantu dalam proses pengambilan keputusan dan penentuan strategi yang tepat. Kementerian Sosial mengalokasikan anggaran cukup besar untuk Solo Raya, yaitu Rp2 triliun. Rinciannya mencakup bantuan sembako, PKH, bantuan permakanan, dan YAPI, dengan total 542.791 KPM penerima bantuan.
Kesimpulannya, Mensos menekankan pentingnya kolaborasi dan data akurat dalam penyaluran bantuan sosial untuk memastikan tepat sasaran dan mendorong kemandirian ekonomi KPM. Program graduasi KPM menjadi strategi kunci untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.