Okupansi Penumpang Kereta Api Daop 2 Bandung Lebaran 2025 Tembus 103 Persen!
PT KAI Daop 2 Bandung melaporkan okupansi penumpang kereta api selama Lebaran 2025 mencapai 103 persen, melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 2 Bandung mengumumkan angka luar biasa terkait okupansi penumpang kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2025. Berdasarkan data rekapitulasi hingga H+4 Lebaran atau tanggal 5 April 2025, okupansi penumpang tercatat melampaui 103 persen dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama selama periode mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa dari total 355.996 tempat duduk yang disediakan, sebanyak 367.176 tiket telah terjual. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kuswardojo menambahkan bahwa jumlah penumpang kemungkinan akan terus meningkat hingga berakhirnya masa angkutan Lebaran.
Fenomena okupansi yang melebihi kapasitas ini, menurut Kuswardojo, disebabkan oleh sistem penjualan tiket yang memungkinkan satu tempat duduk terisi oleh lebih dari satu penumpang. Hal ini terjadi karena adanya penumpang yang hanya melakukan perjalanan sebagian rute, sehingga kursi yang sama dapat digunakan kembali untuk penumpang lain dengan tujuan yang berbeda dalam satu rangkaian kereta. Sebagai contoh, satu kursi di kereta Bandung-Surabaya dapat digunakan oleh penumpang dengan tujuan Yogyakarta, kemudian kursi yang sama dapat digunakan lagi oleh penumpang lain dari Yogyakarta menuju Surabaya atau stasiun lain di sepanjang rute.
Lonjakan Penumpang di Stasiun-Stasiun Utama Daop 2 Bandung
Data yang dirilis PT KAI Daop 2 Bandung menunjukkan lonjakan signifikan jumlah penumpang di stasiun-stasiun utama di wilayah operasinya. Stasiun Bandung mencatat total 131.702 penumpang berangkat selama 16 hari pertama masa angkutan Lebaran, dengan 6.133 penumpang berangkat pada tanggal 5 April 2025. Sementara itu, Stasiun Kiaracondong mencatat total 75.639 penumpang berangkat, dengan 3.084 penumpang berangkat pada hari yang sama. Stasiun Tasikmalaya juga mengalami peningkatan jumlah penumpang dengan total 22.828 penumpang berangkat dan 1.967 penumpang berangkat pada tanggal 5 April 2025.
Untuk kedatangan penumpang, Stasiun Bandung mencatat total 142.316 penumpang tiba selama 16 hari pertama, dengan 7.077 penumpang tiba pada tanggal 5 April 2025. Stasiun Kiaracondong mencatat total 45.511 penumpang tiba, dengan 4.965 penumpang tiba pada hari yang sama. Sedangkan Stasiun Tasikmalaya mencatat total 29.060 penumpang tiba, dengan 1.084 penumpang tiba pada tanggal 5 April 2025.
PT KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan 29 kereta api untuk melayani lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran ini. Pihak KAI juga telah melakukan berbagai antisipasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang.
Antisipasi dan Imbauan PT KAI Daop 2 Bandung
Menanggapi tingginya permintaan tiket kereta api, PT KAI Daop 2 Bandung telah menambah satu kereta kelas eksekutif pada KA Parahyangan relasi Bandung-Gambir pulang pergi hingga 8 April 2025. Kereta tambahan ini berangkat pukul 19.25 WIB dari Stasiun Bandung. Pihak KAI juga mengimbau kepada masyarakat yang belum memiliki tiket untuk memantau ketersediaan tiket dan melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi KAI.
Selain itu, PT KAI Daop 2 Bandung juga mengimbau para penumpang untuk datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan barang bawaan mereka, dan mematuhi aturan yang berlaku selama perjalanan. Sebagai informasi tambahan, waktu boarding untuk keberangkatan KA jarak jauh di Stasiun Bandung dan Kiaracondong paling lambat adalah 5 menit sebelum kereta berangkat.
Dengan tingginya okupansi dan berbagai upaya antisipasi yang dilakukan, PT KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan kelancaran perjalanan para penumpang selama masa angkutan Lebaran 2025.
"Jumlah pengguna KA pada Angkutan Lebaran 2025 kemungkinan akan terus meningkat (sampai masa angkutan Lebaran berakhir)," ujar Kuswardojo.