Penumpang Arus Balik di Bandara Samarinda Turun 21,5 Persen
Arus balik Lebaran 2025 di Bandara APT Pranoto Samarinda mengalami penurunan penumpang sebesar 21,5 persen dibandingkan tahun lalu, dengan rata-rata penumpang harian sekitar 1.300 orang.
Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT) Pranoto di Samarinda, Kalimantan Timur, mencatat penurunan signifikan pada arus balik Lebaran 2025. Penurunan jumlah penumpang mencapai 21,5 persen pada tiga hari pertama Lebaran dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama Unit Penyelenggara Bandar Udara APT Pranoto Samarinda, Denny Armanto.
Rata-rata penumpang harian yang datang dan berangkat di Bandara APT Pranoto selama periode arus balik ini hanya sekitar 1.300 orang. Meskipun terjadi penurunan, kota-kota asal penumpang yang dominan tetap sama, yaitu Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. "Penumpang yang datang didominasi dari Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Meski belum signifikan, Jakarta menjadi kota asal dengan jumlah penumpang terbanyak saat ini," ujar Denny kepada ANTARA.
Puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 6 dan 7 April 2025. Sementara itu, tujuan keberangkatan terbanyak masih di Jakarta dan Surabaya. Maskapai penerbangan yang melayani rute ini antara lain Batik Air, Super Air Jet (SAJ), dan Citilink. Pihak bandara juga mencatat adanya penerbangan tambahan rute Samarinda-Surabaya oleh maskapai SAJ pada tanggal 3 April 2025 untuk mengakomodasi pemudik yang kembali.
Penurunan Penumpang dan Antisipasi Bandara
Penurunan jumlah penumpang arus balik di Bandara APT Pranoto Samarinda sebesar 21,5 persen ini cukup signifikan dan menjadi perhatian pihak bandara. Meskipun demikian, pihak bandara telah mengantisipasi hal ini dengan berbagai langkah. Posko Angkutan Lebaran tetap dibuka hingga hari ke-10 Idul Fitri untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus balik. Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan juga terus dilakukan untuk memastikan kelancaran proses.
Pihak bandara juga memberikan imbauan kepada para penumpang agar tiba di bandara tiga jam sebelum waktu keberangkatan. Hal ini bertujuan untuk menghindari antrean panjang, terutama bagi penumpang yang melakukan check-in di konter. Sebagai alternatif, penumpang yang tidak membawa bagasi tercatat dapat memanfaatkan fasilitas self check-in atau check-in online. "Kami mengimbau penumpang untuk tiba di bandara tiga jam sebelum keberangkatan. Bagi yang tidak membawa bagasi tercatat, dapat memanfaatkan fasilitas self check-in atau check-in online untuk menghindari antrean panjang di konter," jelas Denny.
Fasilitas parkir inap di bandara juga terpantau ramai digunakan oleh para pemudik. Pada hari tersebut, tercatat sekitar 30 kendaraan yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa layanan parkir inap di bandara cukup diminati oleh para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.
Analisis dan Dampak Penurunan Penumpang
Penurunan jumlah penumpang arus balik ini patut menjadi perhatian. Meskipun belum diketahui secara pasti penyebab penurunan tersebut, beberapa faktor mungkin berperan. Faktor ekonomi, perubahan tren perjalanan, atau bahkan faktor lainnya mungkin memengaruhi keputusan masyarakat untuk mudik dan kembali ke tempat asal. Studi lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis penyebab pasti dari penurunan ini.
Penurunan ini berdampak pada pendapatan bandara dan juga para pelaku usaha di sekitar bandara. Namun, pihak bandara tetap berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang dan memastikan kelancaran operasional bandara. Koordinasi yang baik dengan berbagai pihak terkait sangat penting dalam menghadapi situasi ini.
Ke depannya, diperlukan strategi yang lebih terintegrasi untuk mengantisipasi fluktuasi jumlah penumpang, baik pada saat arus mudik maupun arus balik. Pemantauan tren perjalanan dan respon yang cepat terhadap perubahan situasi sangat krusial untuk memastikan operasional bandara tetap optimal dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Meskipun terjadi penurunan, Bandara APT Pranoto tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang. Dengan koordinasi yang baik dan antisipasi yang tepat, diharapkan operasional bandara tetap berjalan lancar dan aman.