Puasa Qadha Ramadhan: Wajib Didahulukan Sebelum Puasa Syawal
Kemenag DKI Jakarta mengingatkan umat Muslim untuk memprioritaskan puasa qadha Ramadhan sebelum puasa Syawal karena perbedaan hukumnya; qadha Ramadhan wajib, sedangkan puasa Syawal sunah.
Jakarta, 1 April 2024 (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) Kantor Wilayah DKI Jakarta memberikan pengingat penting bagi umat Muslim terkait pelaksanaan puasa. Mereka menekankan pentingnya mendahulukan puasa qadha (pengganti) Ramadhan sebelum melaksanakan puasa Syawal. Hal ini didasarkan pada perbedaan hukum kedua jenis puasa tersebut dalam Islam.
Puasa Syawal merupakan puasa sunah, sementara itu, mengganti puasa Ramadhan yang belum ditunaikan, terutama bagi perempuan yang berhalangan karena haid atau alasan medis, hukumnya wajib. Kepala Kantor Wilayah Kemenag DKI Jakarta, Adib, menjelaskan pentingnya memprioritaskan kewajiban sebelum melaksanakan amalan sunah. "Sangat penting kita harus mendahulukan hal yang wajib," tegas Adib saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki kewajiban qadha Ramadhan, dianjurkan untuk menyelesaikannya terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Syawal. Hal ini berlaku bagi perempuan yang mengalami haid atau mereka yang memiliki kondisi medis tertentu yang menghalangi pelaksanaan puasa Ramadhan.
Prioritas Puasa Qadha Ramadhan
Penjelasan lebih lanjut diberikan oleh Adib mengenai keutamaan menyelesaikan puasa qadha Ramadhan. Beliau merujuk pada pendapat para ulama yang menyatakan bahwa mengganti puasa Ramadhan di bulan Syawal memberikan pahala ganda. Pahala tersebut didapat dari kewajiban menunaikan puasa Ramadhan dan pahala sunah puasa Syawal yang dilakukan secara bersamaan.
"Dua sekaligus pahala mengganti puasa di bulan Ramadhan sebagai puasa wajib dan karena bertepatan juga dengan Syawal, maka kita juga dapat pahala sunah untuk puasa Syawal. Tapi niatnya tetap untuk mengganti puasa Ramadhan yang kita berhalangan itu," jelas Adib.
Setelah semua kewajiban puasa Ramadhan terpenuhi, barulah umat Muslim dapat melaksanakan puasa sunah Syawal selama enam hari. Hal ini sesuai dengan anjuran berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan untuk mendapatkan pahala setara dengan berpuasa sepanjang tahun.
Keutamaan Puasa Syawal
Puasa Syawal merupakan amalan sunah yang dianjurkan bagi umat Islam setelah Ramadhan. Puasa ini dapat dimulai sejak tanggal 2 Syawal atau setelah Hari Raya Idul Fitri. Hadits Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan puasa Syawal ini.
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun". (HR Muslim).
Dengan demikian, memahami perbedaan hukum dan keutamaan antara puasa qadha Ramadhan dan puasa Syawal sangat penting. Mendalami tuntunan agama akan membantu umat Muslim dalam menjalankan ibadah dengan lebih baik dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Kesimpulannya, menunaikan puasa qadha Ramadhan merupakan kewajiban yang harus didahulukan sebelum melaksanakan puasa Syawal. Meskipun puasa Syawal memiliki keutamaan tersendiri, menunaikan kewajiban terlebih dahulu sesuai dengan tuntunan agama.