Puncak Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Punggur Batam: 6.800 Penumpang Diprediksi Tiba Sabtu
Pelabuhan Punggur Batam memprediksi puncak arus balik Lebaran akan mencapai 6.800 penumpang pada Sabtu, 5 April 2025, dengan lonjakan penumpang dari Tanjungpinang dan Lingga.
Pelabuhan Punggur di Batam, Kepulauan Riau, memperkirakan puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada Sabtu, 5 April 2025, dengan kedatangan sekitar 6.800 penumpang dari Tanjungpinang dan Kabupaten Lingga. Kepala Wilayah Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (Kawilker KSOP) Telaga Punggur, Joko Wiwin Sunarmo, menjelaskan bahwa jumlah ini lebih tinggi dibandingkan arus keberangkatan. Arus balik Lebaran di Pelabuhan Punggur melibatkan ribuan penumpang dan melibatkan koordinasi berbagai pihak untuk memastikan kelancaran proses.
Menurut Joko Wiwin Sunarmo, "Besok diprediksi kedatangan akan mencapai 6.800 orang karena tadi malam kedatangan mencapai 6.700 orang, sementara yang berangkat 5.600 orang. Total keberangkatan pada arus mudik Lebaran di Punggur mencapai 60.458, sementara kedatangan 53.802." Pernyataan ini menegaskan prediksi puncak arus balik dan membandingkannya dengan data arus mudik sebelumnya. Meskipun jumlah penumpang yang signifikan, pihak pelabuhan memastikan kelancaran proses tanpa penumpukan yang berlebihan.
Meskipun terdapat lonjakan jumlah penumpang yang signifikan, pihak pelabuhan memastikan bahwa proses arus balik tetap berjalan lancar dan terkendali. Hal ini menunjukkan kesiapan dan efisiensi pengelolaan pelabuhan dalam menghadapi lonjakan penumpang selama periode arus balik Lebaran. Sistem manajemen yang baik dan koordinasi antar pihak terkait menjadi kunci keberhasilan dalam menangani situasi ini.
Antisipasi Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Punggur
Meskipun terdapat prediksi lonjakan penumpang hingga 6.800 orang pada puncak arus balik, pihak Pelabuhan Punggur memastikan tidak terjadi penumpukan. Hal ini berkat efisiensi alur kapal yang datang dan pergi. "Tidak ada penambahan kapal, tapi alurnya berjalan cepat jadi kapal datang dan pergi secara efisien maka antrean tidak terlalu lama dan tidak terjadi penumpukan di pelabuhan," jelas Joko. Efisiensi operasional menjadi kunci dalam mengatasi lonjakan penumpang tanpa menimbulkan masalah.
Kapal bantuan seperti Oceania 175 tetap beroperasi dengan maksimal dua trip per hari untuk mendukung arus balik ke Tanjungpinang. Langkah ini menunjukkan komitmen pihak pelabuhan untuk memastikan semua penumpang dapat kembali ke daerah tujuan dengan lancar. Ketersediaan armada pendukung menjadi faktor penting dalam kelancaran arus balik.
Terkait ketersediaan tiket, rute menuju Tanjungpinang masih terkendali dengan tiket yang cukup. Namun, untuk tujuan Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, hanya ada satu jadwal keberangkatan tanpa tambahan kapal. Penumpang yang kehabisan tiket perlu menggunakan kapal roro. "Hari ini ada sekitar 180 penumpang ke Dabo, sementara kedatangan lebih ramai karena ada dua kapal yang tiba," tambah Joko. Perbedaan ketersediaan tiket untuk rute yang berbeda perlu menjadi perhatian.
Prediksi Arus Balik dan Imbauan Kepada Penumpang
Prediksi arus balik tahun ini diperkirakan mencapai 75.000 penumpang, lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 106.496 keberangkatan dan 104.696 kedatangan. "Puncaknya tahun ini tidak sampai 7.000, sehingga lebih rendah dibanding tahun sebelumnya," kata Kepala Wilker. Penurunan jumlah penumpang ini menunjukkan tren yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
Pihak pelabuhan mengimbau penumpang agar tetap tenang dan bersabar saat menunggu keberangkatan kapal. "Kapal selalu tersedia di belakang, jadi jangan khawatir tidak kedapatan kapal atau kehabisan tempat duduk," katanya. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah kepanikan dan memastikan kenyamanan penumpang selama proses arus balik.
Posko pelayanan terpadu di Pelabuhan Punggur masih beroperasi hingga H+10 Lebaran untuk memastikan kelancaran arus balik dan melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan, seperti masalah kesehatan. Keberadaan posko ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode arus balik.
Secara keseluruhan, Pelabuhan Punggur Batam telah menunjukkan kesiapan dan kemampuannya dalam mengelola arus balik Lebaran 2025 dengan lancar, meskipun menghadapi lonjakan penumpang yang signifikan. Efisiensi operasional, koordinasi antar pihak, dan ketersediaan armada pendukung menjadi kunci keberhasilan dalam menangani situasi ini.