Sulbar Percepat Vaksinasi PMK Jelang Ramadhan: 7.437 Dosis Telah Disuntikkan
Dinas TPHP Sulbar gencar percepat vaksinasi PMK di enam kabupaten untuk melindungi ternak dari penyakit mulut dan kuku menjelang Ramadhan dan Lebaran, dengan total 7.437 dosis vaksin telah disuntikkan.
Mamuju, 24 Februari 2025 - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tengah gencar melakukan percepatan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di enam kabupaten. Vaksinasi ini bertujuan melindungi ribuan ternak, meliputi sapi, kerbau, dan kambing, dari ancaman PMK yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak di Sulbar. Upaya ini dilakukan sebagai antisipasi peningkatan mobilitas ternak menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas TPHP Sulbar, Nur Kadar, menjelaskan bahwa program vaksinasi PMK telah dimulai sejak Januari 2025 dan terus dipercepat hingga saat ini. Sulbar mendapatkan alokasi vaksin PMK sebanyak 16.400 dosis dari Direktorat Jenderal PKH Kementerian Pertanian, yang didistribusikan dalam dua tahap. Penambahan vaksin juga berasal dari CSR dan sumber mandiri.
"Vaksinasi ini bertujuan melindungi ternak, baik sapi, kerbau maupun kambing dari ancaman PMK yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak," ungkap Nur Kadar di Mamuju, Senin.
Percepatan Vaksinasi PMK di Sulbar
Dalam Bulan Vaksinasi yang berlangsung Februari hingga Maret 2025, Sulbar menargetkan vaksinasi sebanyak 8.200 dosis pada tahap pertama. Hingga saat ini, total vaksinasi yang telah dilakukan mencapai 7.437 dosis, yang mencakup vaksin dari APBN, CSR, dan juga vaksinasi mandiri. Percepatan vaksinasi ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi peningkatan penularan virus PMK akibat meningkatnya mobilitas ternak menjelang Ramadhan dan Lebaran.
Kepala Dinas TPHP Sulbar, Syamsul Ma'rif, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh tim vaksinator di enam kabupaten. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dalam mempercepat vaksinasi PMK sebagai kunci pengendalian penyakit tersebut. "Vaksinasi merupakan salah satu kunci pengendalian PMK dan diperlukan kolaborasi untuk mempercepat vaksinasi," tegas Syamsul.
Syamsul berharap seluruh pihak yang terlibat, termasuk dinas, tim vaksinator, dan pemangku kepentingan lainnya, berkomitmen untuk meningkatkan capaian vaksinasi PMK di lapangan. Pihaknya berkomitmen untuk mencegah kerugian ekonomi bagi peternak akibat PMK.
Dukungan dan Komitmen Bersama
Dinas TPHP Sulbar tidak hanya fokus pada penyuntikan vaksin, tetapi juga gencar mengkampanyekan pentingnya vaksinasi PMK kepada peternak. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif peternak dalam upaya pencegahan PMK. Upaya ini diharapkan dapat melindungi hewan ternak dan menjaga ketahanan ekonomi peternak di Sulbar.
Syamsul Ma'rif menambahkan, "Kami tidak ingin ada kasus PMK yang dapat menyebabkan kerugian bagi peternak, sehingga penting bagi kami untuk terus mengkampanyekan vaksinasi dan terus mendukung dinas kabupaten bersama tim vaksinator untuk terus meningkatkan capaian vaksinasinya." Harapannya, vaksinasi PMK dapat menjaga daya tahan hewan ternak agar terhindar dari PMK menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran.
Vaksinasi PMK di Sulbar melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah, serta swasta. Kerja sama dan koordinasi yang baik antar lembaga dan stakeholder terkait menjadi kunci keberhasilan program vaksinasi ini. Dengan upaya bersama, diharapkan Sulbar dapat terbebas dari wabah PMK dan peternak dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang menjelang bulan Ramadhan.
Program vaksinasi ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas perekonomian Sulbar, khususnya sektor peternakan. Dengan ternak yang sehat dan terhindar dari PMK, diharapkan produktivitas peternakan dapat meningkat dan kesejahteraan peternak dapat terjamin.