32 Penerbangan Juanda-Bali Dihentikan Sementara Saat Nyepi
Sebanyak 32 penerbangan dari Bandara Juanda Surabaya ke Bandara Ngurah Rai Bali dihentikan sementara selama 24 jam pada Hari Raya Nyepi, bertepatan dengan libur Lebaran, sehingga menyebabkan peningkatan jumlah penumpang di Bandara Juanda.

Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1947/2025 menyebabkan penutupan sementara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali. Hal ini berdampak pada sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya. Penutupan tersebut berlangsung selama 24 jam penuh, bertepatan pula dengan libur Lebaran, sehingga menimbulkan dampak signifikan pada operasional penerbangan dan pergerakan penumpang.
Sebanyak 32 penerbangan antara Juanda dan Ngurah Rai terpaksa dihentikan sementara. Rinciannya, 16 penerbangan berangkat dari Juanda dan 16 lainnya dari Bali. Maskapai yang terdampak meliputi Lion Air (6 penerbangan), Super Air Jet (4 penerbangan), Citilink (4 penerbangan), Garuda Indonesia (1 penerbangan), dan Batik Air (1 penerbangan). Penghentian operasional ini telah diumumkan melalui Notice to Airmen (NOTAM) Nomor A0131/25.
Meskipun demikian, General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, memastikan bahwa operasional penerbangan lainnya di Bandara Juanda tetap berjalan normal. Beliau juga mengimbau para penumpang yang terdampak untuk menghubungi maskapai terkait guna penyesuaian jadwal perjalanan. Perkiraan jumlah penumpang di Bandara Juanda tetap tinggi karena bertepatannya Nyepi dengan libur Lebaran. "Tentunya, kondisi Bandara Juanda tetap akan ramai, mengingat tanggal tersebut diprediksi jumlah penumpang akan cukup banyak," ujar Tohir.
Penutupan Bandara Ngurah Rai Selama Nyepi
Penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai selama 24 jam, mulai Sabtu (29/3) pukul 06.00 WITA hingga Minggu (30/3) pukul 06.00 WITA, merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi. Keputusan ini telah diumumkan oleh manajemen bandara dan tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: B.16.100.3.4/865/LLJ/DISHUB Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1947. Langkah ini diambil untuk menghormati kesucian Hari Nyepi dan mendukung pelaksanaan tradisi keagamaan umat Hindu di Bali.
Penutupan bandara ini bukan hanya berdampak pada penerbangan domestik, tetapi juga internasional. Banyak wisatawan yang telah merencanakan perjalanan ke Bali harus melakukan penyesuaian jadwal atau mencari alternatif transportasi. Pihak maskapai penerbangan telah bekerja keras untuk memberikan informasi dan solusi terbaik kepada para penumpang yang terdampak.
Meskipun menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pihak, penutupan bandara ini merupakan bagian penting dari upaya menghormati tradisi dan budaya lokal. Hal ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelangsungan tradisi dan nilai-nilai keagamaan.
Dampak Libur Lebaran dan Antisipasi Manajemen Bandara
Bertepatannya Nyepi dengan libur Lebaran semakin meningkatkan jumlah penumpang di Bandara Juanda. Manajemen Bandara Juanda telah mengantisipasi hal ini dengan mempersiapkan berbagai langkah untuk memastikan kelancaran operasional dan kenyamanan penumpang. Meskipun 32 penerbangan menuju Bali dihentikan, operasional bandara secara keseluruhan tetap berjalan normal untuk penerbangan lainnya.
Pihak bandara mengimbau para penumpang untuk selalu memantau informasi terkini mengenai jadwal penerbangan dan menghubungi maskapai terkait jika mengalami kendala. Koordinasi yang baik antara manajemen bandara, maskapai penerbangan, dan otoritas terkait sangat penting untuk meminimalisir dampak dari penutupan sementara Bandara Ngurah Rai.
Dengan perencanaan yang matang dan antisipasi yang tepat, diharapkan dampak dari penutupan bandara dapat diminimalisir dan kenyamanan penumpang tetap terjaga. Meskipun terjadi beberapa kendala, perayaan Nyepi tetap dihormati dengan penuh kesucian.
Penutupan Bandara Ngurah Rai selama Nyepi merupakan hal yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesucian dan kekhusyukan perayaan Nyepi bagi umat Hindu di Bali. Meskipun menimbulkan beberapa kendala, langkah ini menunjukkan komitmen untuk menghargai tradisi dan budaya lokal.
Kesimpulan: Penghentian sementara 32 penerbangan antara Juanda dan Ngurah Rai selama Nyepi merupakan dampak dari kebijakan penutupan Bandara Ngurah Rai selama 24 jam. Meskipun bertepatan dengan libur Lebaran yang meningkatkan jumlah penumpang di Juanda, operasional bandara tetap berjalan normal untuk penerbangan lainnya. Koordinasi yang baik antara pihak terkait sangat penting untuk meminimalisir dampak dan memastikan kenyamanan penumpang.