40 Kasus DBD di Palembang hingga Pekan Ketiga Ramadhan, Dinkes Lakukan Fogging Gratis
Dinas Kesehatan Kota Palembang menangani 40 kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga pekan ketiga Ramadhan 2025 tanpa adanya korban jiwa, dan gencar melakukan fogging gratis serta sosialisasi 3M.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Sumatera Selatan, telah menangani 40 kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga pekan ketiga Ramadhan 2025. Kasus ini tercatat sejak awal Ramadhan hingga pertengahan bulan suci tersebut. Kejadian ini terjadi di wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan, dan hingga saat ini Dinkes terus berupaya mengendalikan penyebaran penyakit tersebut.
Beruntungnya, dari 40 kasus DBD yang ditangani, tidak ada satupun korban jiwa yang dilaporkan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Palembang, Yudhi Setiawan, memastikan nihilnya angka kematian akibat DBD sejak awal Maret hingga pekan ketiga Ramadhan 2025. Hal ini menunjukkan kesigapan dan efektivitas penanganan yang dilakukan oleh pihak Dinkes.
"Nihil angka kematian akibat DBD dari awal Maret hingga hari ini," kata Yudhi Setiawan dalam konfirmasi di Palembang, Rabu. Pernyataan ini memberikan sedikit optimisme di tengah masih tingginya angka kasus DBD. Pihak Dinkes terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan secara aktif.
Langkah Pencegahan DBD di Palembang
Sebagai upaya pencegahan, Dinkes Kota Palembang gencar menggalakkan program 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Program ini bertujuan untuk memutus siklus hidup nyamuk penyebab DBD.
Selain program 3M, Dinkes juga menyediakan layanan fogging gratis di 18 wilayah kecamatan. Layanan ini dilakukan melalui kerjasama dengan puskesmas, kecamatan, kelurahan, dan Dinkes Palembang. Fogging akan dilakukan jika ada keluhan dari warga dan ditemukan banyak jentik nyamuk di sekitar 20 rumah warga.
Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Fenty Aprina, menjelaskan, "Kami ada layanan fogging gratis di 18 wilayah kecamatan melalui puskesmas, kecamatan, kelurahan, dan dari Dinkes Palembang juga ada untuk menangani kasus DBD." Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menangani masalah DBD.
Tidak hanya fogging, pembagian abate juga terus dilakukan sebagai bagian dari gerakan serentak PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) DBD di tingkat kecamatan. Abate merupakan insektisida yang efektif untuk membunuh jentik nyamuk.
"Selain itu pembagian abate terus kami lakukan karena itu bagian dari gerakan serentak PSN DBD di tingkat kecamatan," tambah Fenty Aprina. Upaya terpadu ini diharapkan dapat menekan angka kasus DBD di Kota Palembang.
Pentingnya Kewaspadaan Masyarakat
Meskipun Dinkes telah berupaya maksimal, peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah penyebaran DBD. Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, rutin menguras bak mandi, dan menutup rapat tempat penampungan air. Dengan demikian, diharapkan dapat meminimalisir tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Kewaspadaan terhadap gejala DBD juga perlu ditingkatkan. Jika merasakan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan ruam kulit, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Dengan kerjasama antara Dinkes dan masyarakat, diharapkan angka kasus DBD di Kota Palembang dapat terus ditekan dan masyarakat dapat terhindar dari penyakit yang berbahaya ini. Pencegahan yang konsisten dan kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam mengatasi masalah DBD.
Melalui berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan kasus DBD di Kota Palembang dapat dikendalikan dan masyarakat dapat hidup sehat dan terbebas dari ancaman penyakit ini. Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit DBD.