70 Adegan Prarekonstruksi Kematian Mahasiswa UKI Diperagakan Polisi
Polres Metro Jakarta Timur memperagakan 70 adegan prarekonstruksi tewasnya mahasiswa UKI, Kenzha Erza Walewangko, di kampus pada 4 Maret 2024, untuk mengungkap penyebab kematian.

Polres Metro Jakarta Timur telah menyelesaikan prarekonstruksi kasus kematian mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Kenzha Erza Walewangko (22), yang ditemukan tewas di area kampus pada Selasa, 4 Maret 2024. Prarekonstruksi yang melibatkan sejumlah saksi ini memperagakan sebanyak 70 adegan, memberikan gambaran detail kronologi kejadian.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, menjelaskan bahwa angka 70 adegan tersebut merupakan akumulasi dari penomoran adegan yang dibagi berdasarkan sub-bagian kejadian. Proses prarekonstruksi berlangsung selama kurang lebih 3 jam, mulai pukul 13.50 WIB hingga 17.15 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan dan memperkuat alat bukti, serta menentukan apakah peristiwa tersebut termasuk dalam ranah tindak pidana.
Beberapa adegan penting yang diperagakan meliputi korban bersama teman-temannya mengonsumsi minuman beralkohol, dan adegan korban ditonjok setelahnya di dekat parkiran motor. Polisi berharap dengan transparansi prarekonstruksi ini, kebenaran kejadian dapat terungkap, termasuk keterlibatan saksi-saksi yang hingga kini belum memberikan keterangan.
Kronologi Berdasarkan Prarekonstruksi
Prarekonstruksi menggambarkan secara detail rangkaian peristiwa sebelum dan sesaat setelah kematian Kenzha. Adegan-adegan yang diperagakan mencakup interaksi korban dengan teman-temannya, aktivitas di sekitar lokasi kejadian, hingga penemuan jasad korban. Detail-detail ini akan dianalisis lebih lanjut untuk memperjelas kronologi kejadian.
Proses prarekonstruksi melibatkan sejumlah saksi kunci, termasuk teman-teman korban, petugas keamanan kampus, dan pihak rektorat. Keterangan mereka dipadukan dengan bukti-bukti lain untuk membentuk gambaran utuh peristiwa. Polisi menekankan bahwa semua adegan diperagakan secara terbuka dan transparan, tanpa ada yang disembunyikan.
Usai prarekonstruksi, polisi akan melanjutkan penyelidikan dengan melibatkan ahli untuk menganalisis temuan dan bukti-bukti yang telah dikumpulkan. Hasil analisis ahli akan menjadi dasar untuk menentukan apakah ada unsur pidana dalam kasus ini.
Pemeriksaan Saksi dan Tahap Selanjutnya
Sebelum prarekonstruksi, polisi telah memeriksa 39 saksi. Saksi-saksi tersebut terdiri dari mahasiswa UKI, masyarakat umum, petugas keamanan, pihak keluarga korban, dan pihak rektorat serta RS UKI. Pemeriksaan saksi-saksi ini memberikan informasi penting yang melengkapi proses penyelidikan.
Setelah mengumpulkan semua alat bukti dan hasil pemeriksaan ahli, polisi akan menggelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya. Hasil gelar perkara akan diumumkan melalui konferensi pers. Polisi berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara tuntas dan transparan.
Proses penyelidikan masih berlanjut dengan metode Scientific Crime Investigation (SCI) untuk memastikan terungkapnya seluruh kronologi dan penyebab kematian Kenzha Erza Walewangko. Polisi berharap dengan langkah-langkah yang dilakukan, kebenaran akan segera terungkap.
Polisi menghimbau kepada siapapun yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melapor, guna membantu proses penyelidikan yang sedang berjalan. Keterbukaan informasi sangat penting untuk mengungkap fakta dan keadilan bagi almarhumah.
Kesimpulan
Prarekonstruksi kasus kematian mahasiswa UKI telah memberikan gambaran lebih detail mengenai kronologi kejadian. Proses penyelidikan selanjutnya akan berfokus pada analisis bukti dan keterangan ahli untuk menentukan apakah ada unsur pidana dalam kasus ini. Polisi berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara tuntas dan transparan.