Agam Alihkan Budidaya Ikan Danau Maninjau: Selamatkan Pariwisata atau Perikanan?
Kabupaten Agam alihkan budidaya ikan keramba jaring apung di Danau Maninjau ke perairan darat untuk mengurangi pencemaran dan mengembalikan keindahan danau serta sektor pariwisatanya.

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengambil langkah signifikan untuk mengatasi permasalahan pencemaran di Danau Maninjau. Program pengalihan budidaya ikan dari sistem keramba jaring apung (KJA) ke perairan darat resmi dijalankan. Langkah ini bertujuan untuk menyelamatkan danau vulkanik yang terkenal keindahannya tersebut dari ancaman kerusakan lingkungan yang semakin parah.
Bupati Agam, Benni Warlis, menjelaskan upaya tersebut dalam keterangannya di Lubuk Basung pada Jumat lalu. "Kita telah berupaya mengalihkan budidaya keramba jaring apung ke areal perairan darat berupa kolam air deras sepanjang sungai, kolam air tenang dan lainnya," ujarnya. Langkah ini bukan hanya sekadar relokasi, tetapi juga bagian dari strategi menyeluruh untuk menjaga keseimbangan ekosistem Danau Maninjau.
Keputusan ini diambil setelah Danau Maninjau, yang dulunya menjadi destinasi wisata unggulan, mengalami penurunan kunjungan wisatawan akibat permasalahan lingkungan. Endapan danau yang semakin menggunung serta aroma tidak sedap yang menyengat menjadi kendala utama yang berdampak besar pada sektor pariwisata. Situasi ini memaksa pemerintah daerah untuk mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan.
Mencari Solusi Berkelanjutan untuk Danau Maninjau
Program pengalihan budidaya ikan ini bukan tanpa tantangan. Pemkab Agam juga berupaya mendorong para petani keramba jaring apung untuk beralih profesi. Hal ini memerlukan intervensi konkret yang dapat membantu mereka beradaptasi dengan perubahan ini. "Kita harus mencari solusi yang tidak mengusik mata pencarian masyarakat, tetapi juga tidak berdampak buruk bagi lingkungan," kata Bupati Benni Warlis. Tantangannya adalah bagaimana menyeimbangkan kebutuhan ekonomi masyarakat dengan pelestarian lingkungan Danau Maninjau.
Salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah dilema antara memprioritaskan sektor pariwisata atau perikanan. Jika budidaya ikan di KJA terus berlanjut tanpa pengelolaan yang baik, potensi ledakan sulfur yang menyebabkan kematian massal ikan akan terus mengancam. Oleh karena itu, keseimbangan antara kedua sektor tersebut menjadi kunci keberhasilan upaya penyelamatan Danau Maninjau.
Pemkab Agam menyadari pentingnya menjaga ekosistem Danau Maninjau. "Perlunya keseimbangan antara sektor perikanan dan pariwisata agar ekosistem danau tetap terjaga," tegas Bupati. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan keindahan Danau Maninjau dan menghidupkan kembali sektor pariwisatanya.
Dampak Pencemaran dan Upaya Mitigasi
Pencemaran yang disebabkan oleh budidaya ikan di KJA telah menimbulkan berbagai masalah lingkungan di Danau Maninjau. Limbah organik dari pakan ikan dan kotoran ikan menyebabkan peningkatan kadar nutrien di danau, yang pada gilirannya memicu pertumbuhan alga yang berlebihan (eutrofikasi). Kondisi ini mengakibatkan penurunan kualitas air, mengurangi kadar oksigen terlarut, dan mengancam kehidupan biota air lainnya.
Selain itu, penggunaan obat-obatan dan bahan kimia dalam budidaya ikan juga berkontribusi pada pencemaran. Bahan-bahan kimia ini dapat terakumulasi dalam tubuh ikan dan biota air lainnya, dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia jika dikonsumsi. Oleh karena itu, pengalihan budidaya ikan ke perairan darat diharapkan dapat mengurangi beban pencemaran di Danau Maninjau.
Pemerintah Kabupaten Agam telah dan akan terus berupaya untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para petani ikan dalam rangka transisi ke sistem budidaya baru. Hal ini mencakup penyediaan infrastruktur, teknologi, dan akses pasar yang memadai. Dengan demikian, diharapkan para petani ikan dapat tetap mempertahankan mata pencaharian mereka sambil berkontribusi pada pelestarian lingkungan Danau Maninjau.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemkab Agam ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Semoga upaya ini dapat berhasil mengembalikan keindahan danau dan kesejahteraan masyarakat sekitar Danau Maninjau.