Amanat Research Institute Bahas Potensi Ekonomi dan Restorasi Lingkungan di ALKI
Amanat Research Institute menggelar diskusi kebijakan tentang potensi ekonomi dan restorasi lingkungan dalam pengembangan konektivitas Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), menghasilkan rekomendasi konkret untuk disampaikan kepada Menko Pangan.

Jakarta, 1 Maret 2024 (ANTARA) - Amanat Research Institute (ARI) menggelar diskusi kebijakan bertajuk "Meninjau Potensi Nilai Ekonomi dan Restorasi Lingkungan Hidup dalam Pengembangan Konektivitas Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)" di Sekolah Kajian Strategis dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI), Jakarta, pada Jumat (28/2). Diskusi ini membahas bagaimana pengembangan ALKI dapat meningkatkan perekonomian Indonesia, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Acara dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pejabat pemerintah, akademisi, dan pakar kelautan, untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang komprehensif.
Direktur Eksekutif ARI, Bayu Satria Utomo, menjelaskan bahwa diskusi ini merupakan implementasi nyata dari ilmu pengetahuan untuk menghasilkan kebijakan yang berdampak. Hasil diskusi, berupa rekomendasi konkret, akan disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan dan sejumlah kementerian terkait. Bayu juga berharap generasi muda dapat turut serta dalam proses pengambilan kebijakan untuk masa depan yang lebih baik. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menyuarakan aspirasi mereka terkait isu kelautan dan pembangunan berkelanjutan.
Staf Khusus Menko Pangan Bidang Kebijakan Strategis, Intan Fauzi, turut menekankan pentingnya partisipasi multi-sektoral dalam merumuskan kebijakan ALKI. Partisipasi yang inklusif, menurutnya, akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan. Seluruh masukan yang disampaikan dalam diskusi akan dikompilasi dan disampaikan langsung kepada Menko Pangan, Zulkifli Hasan, untuk dibahas lebih lanjut di tingkat kementerian terkait. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melibatkan berbagai pihak dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan ALKI.
Potensi Ekonomi ALKI dan Strategi Restorasi Lingkungan
Salman Al Fathan, Project Manager diskusi kebijakan tersebut, memaparkan potensi ekonomi ALKI yang sangat besar bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Posisi strategis Indonesia dalam jalur perdagangan internasional memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan negara melalui biaya pelabuhan, pajak, jasa pemandu kapal, dan lain sebagainya. Diskusi ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ekonomi tersebut dan merumuskan strategi restorasi lingkungan yang berkelanjutan.
Diskusi tersebut juga membahas strategi mitigasi dan adaptasi masyarakat pesisir terhadap degradasi lingkungan. Pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan menjadi fokus utama. Para narasumber sepakat bahwa pendekatan multidisiplin sangat diperlukan dalam pengambilan kebijakan terkait ALKI. Hal ini memastikan bahwa aspek ekonomi dan lingkungan hidup mendapatkan perhatian yang seimbang.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Amanat Research Institute dan Forma SKSG UI. Kolaborasi ini berhasil mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk para pakar dan pejabat penting di bidang kelautan dan lingkungan. Kehadiran mereka memastikan bahwa diskusi ini menghasilkan rekomendasi kebijakan yang komprehensif dan berdampak luas bagi Indonesia.
Para Narasumber dan Rekomendasi Kebijakan
Diskusi dihadiri oleh berbagai narasumber terkemuka, antara lain Stafsus Menko Pangan Bidang Kebijakan Strategis Intan Fauzi, Kepala PKSPL IPB Yonvitner, Manager for Ocean and Plastic Waste World Resources Institute Rocky Pairunan, Peneliti Senior BRIN Yus Budiyono, Dosen FPIK Unpad Candra Wirawan Arief, Kepala Kantor Perwakilan Jakarta PT PAL Indonesia Mujizat Alam, CEO Supply Chain Indonesia Setijadi, perwakilan dari PKSPL IPB Akhmad Solihin, perwakilan dari Kementerian Perhubungan Capt. Ari Wibowo, dan peneliti INDEF Tauhid Ahmad.
Para narasumber menyampaikan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam pengambilan kebijakan ALKI. Hal ini untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan upaya restorasi dan perlindungan lingkungan hidup. Pembangunan ALKI juga harus selaras dengan agenda pemerataan pembangunan di daerah, guna mendorong pembangunan ekonomi yang merata di seluruh Indonesia. Rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi dasar bagi kebijakan yang lebih baik dan berdampak luas bagi lingkungan dan perekonomian Indonesia.
Kesimpulannya, diskusi kebijakan yang diselenggarakan oleh Amanat Research Institute ini menghasilkan rekomendasi konkret untuk pengembangan ALKI yang berkelanjutan. Rekomendasi ini mempertimbangkan aspek ekonomi dan lingkungan hidup secara seimbang, serta menekankan pentingnya partisipasi multi-sektoral dalam pengambilan kebijakan. Dengan demikian, diharapkan pembangunan ALKI dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan lingkungan Indonesia.