Bandara Soetta Catat 168.892 Penumpang di H+5 Lebaran 2025
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mencatat pergerakan penumpang yang signifikan pada H+5 Lebaran 2025, dengan total 168.892 penumpang yang terdiri dari keberangkatan dan kedatangan.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Banten, mengalami peningkatan signifikan jumlah penumpang pada hari Sabtu, 5 April 2025, atau H+5 Lebaran. Sebanyak 168.892 penumpang tercatat melintas melalui bandara terbesar di Indonesia tersebut. Angka ini terdiri dari 76.335 penumpang keberangkatan dan 92.557 penumpang kedatangan. Peningkatan ini terjadi setelah penurunan jumlah penumpang pada hari raya Lebaran 2025 itu sendiri.
Menurut Ass. Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, M. Holik Muardi, trafik penumpang mulai meningkat sejak H+2 Lebaran. Sebelumnya, pada H+2 (Rabu, 2 April 2025), tercatat 147.394 penumpang; H+3 (Kamis, 3 April 2025), 150.006 penumpang; dan H+4 (Jumat, 4 April 2025), 146.105 penumpang. Peningkatan jumlah penumpang di H+5 menunjukkan peningkatan aktivitas perjalanan udara pasca libur Lebaran.
Data tersebut menunjukkan pembagian penumpang yang cukup merata di ketiga terminal. Terminal 1 melayani 45.176 penumpang dengan 275 penerbangan (25,68 persen dari total penerbangan), Terminal 2 melayani 58.987 penumpang dengan 384 penerbangan, dan Terminal 3 melayani 64.729 penumpang dengan 404 penerbangan. Total pergerakan pesawat pada H+5 Lebaran mencapai 1.071 penerbangan, dengan 539 keberangkatan dan 532 kedatangan.
Distribusi Penumpang di Terminal Soetta
Rincian jumlah penumpang di setiap terminal Bandara Soetta pada H+5 Lebaran 2025 memberikan gambaran mengenai distribusi penumpang. Data ini menunjukkan bahwa Terminal 3 melayani jumlah penumpang terbanyak, diikuti Terminal 2 dan kemudian Terminal 1. Perbedaan jumlah penumpang di setiap terminal mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk maskapai penerbangan yang beroperasi di masing-masing terminal dan jenis penerbangan yang dilayani.
Proporsi jumlah penerbangan di setiap terminal juga menunjukkan perbedaan yang signifikan. Terminal 2 memiliki jumlah penerbangan terbanyak, diikuti Terminal 3 dan kemudian Terminal 1. Hal ini menunjukkan bahwa Terminal 2 mungkin melayani lebih banyak penerbangan dengan kapasitas penumpang yang lebih rendah dibandingkan dengan Terminal 3 yang melayani penerbangan dengan kapasitas penumpang yang lebih besar.
Data ini penting untuk perencanaan kapasitas dan operasional bandara di masa mendatang. Dengan memahami distribusi penumpang dan penerbangan di setiap terminal, pihak pengelola bandara dapat mengoptimalkan alokasi sumber daya dan meningkatkan efisiensi pelayanan kepada penumpang.
Puncak Arus Balik Lebaran 2025
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025 di 37 bandara di Indonesia terjadi pada tanggal 6-7 April 2025. Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, menjelaskan bahwa prediksi ini didasarkan pada data pergerakan penumpang selama periode mudik dan balik Lebaran.
Sebagai perbandingan, puncak arus mudik Lebaran di Bandara Soetta terjadi pada Jumat, 28 Maret 2025, dengan jumlah penumpang kumulatif mencapai sekitar 148.000 orang. Rata-rata penumpang yang melintas per hari sejak 21 hingga 28 Maret 2025 tercatat sebanyak 155.000 orang. Data ini menunjukkan perbedaan yang signifikan antara puncak arus mudik dan prediksi puncak arus balik.
Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk durasi libur Lebaran, kebiasaan masyarakat dalam merencanakan perjalanan pulang, dan faktor-faktor lainnya. Prediksi puncak arus balik ini penting untuk antisipasi dan persiapan pihak terkait dalam memastikan kelancaran arus balik Lebaran 2025.
Kesimpulannya, data pergerakan penumpang di Bandara Soetta pada H+5 Lebaran 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Data ini penting untuk evaluasi dan perencanaan pengelolaan bandara di masa mendatang, khususnya dalam mengantisipasi puncak arus balik Lebaran.