Banjir Berau Renggut Nyawa Dua Lansia, Tujuh Desa Masih Terendam
Banjir di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, telah menyebabkan dua lansia meninggal dan tujuh desa masih terendam, sementara tim gabungan terus melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan.

Banjir yang melanda Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, telah mengakibatkan dua orang lansia meninggal dunia dan tujuh desa masih terendam banjir. Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras beberapa hari terakhir yang menyebabkan Sungai Kelay meluap. Kedua korban, seorang perempuan bernama Yea Deng (70) dan seorang pria bernama Lajiu Langa (68), merupakan warga Desa Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, yang dilaporkan hilang sejak Selasa (25/3) setelah diduga terseret arus banjir saat pulang berkebun. Jasad keduanya telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Kamis (27/3), menyampaikan informasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa tim reaksi cepat BPBD Berau telah melaporkan kejadian ini kepada BNPB. Proses evakuasi dan pendataan warga terdampak masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang saat ini masih bersiaga di lokasi bencana.
Meskipun dilaporkan bahwa banjir mulai surut, namun dampaknya masih signifikan. Tujuh desa di Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur masih terendam banjir. Desa-desa tersebut adalah Tumbit Dayak, Long Lanuk, Inaran, Bena Baru, Pegat Baru, Labanan Makarti, dan Tumbit Melayu. Kondisi ini tentu membutuhkan penanganan segera dan bantuan yang terdistribusi secara efektif kepada warga yang terdampak.
Korban Jiwa dan Desa Terdampak Banjir Berau
Kedua lansia yang menjadi korban meninggal dunia akibat banjir di Berau ditemukan setelah dilaporkan hilang sejak Selasa. Mereka diduga terseret arus banjir saat pulang berkebun. Kejadian ini menyoroti bahaya yang ditimbulkan oleh bencana banjir, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia. Proses pencarian dan evakuasi jasad kedua korban dilakukan oleh tim reaksi cepat BPBD Berau.
Tujuh desa yang masih terendam banjir menunjukkan luasnya dampak bencana alam ini. Tim gabungan terus berupaya melakukan evakuasi warga yang masih membutuhkan pertolongan. Selain evakuasi, pendataan warga terdampak juga menjadi prioritas untuk memastikan penyaluran bantuan dapat tepat sasaran dan efisien.
BNPB memastikan bahwa pendataan untuk penyaluran bantuan logistik dan kesehatan sedang dilakukan. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok sehari-hari, obat-obatan, dan pelayanan kesehatan lainnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan dengan cepat dan tepat.
Upaya Penanganan Banjir dan Penyaluran Bantuan
Abdul Muhari menekankan bahwa tim gabungan masih bersiaga di lokasi bencana untuk melakukan proses evakuasi dan pendataan warga terdampak. Mereka bekerja sama untuk memastikan keselamatan warga dan memenuhi kebutuhan dasar mereka. Proses pendataan yang akurat sangat penting agar bantuan dapat disalurkan secara efektif dan merata kepada seluruh warga yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan logistik dan kesehatan menjadi fokus utama dalam penanganan pasca-banjir. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak dan membantu mereka untuk pulih dari bencana. BNPB berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah dalam upaya penanganan banjir.
Selain penyaluran bantuan, upaya lain yang dilakukan adalah memastikan akses kesehatan bagi warga terdampak. Tim medis siap memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang membutuhkan. Upaya ini penting untuk mencegah munculnya penyakit akibat kondisi pasca-banjir yang tidak higienis.
Proses pemulihan pasca-banjir akan membutuhkan waktu dan kerja sama dari berbagai pihak. Pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat diharapkan dapat bersatu untuk membantu warga terdampak agar dapat kembali menjalani kehidupan normal.
"Pendataan untuk penyaluran bantuan kebutuhan logistik dan kesehatan juga dilakukan demi memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan dalam waktu singkat," kata Abdul Muhari.
Situasi banjir di Kabupaten Berau terus dipantau oleh BNPB dan tim gabungan di lapangan. Upaya evakuasi dan penyaluran bantuan terus dilakukan untuk meminimalisir dampak buruk dan membantu warga terdampak untuk pulih dari bencana.