Banjir dan Longsor Cilacap: BNPB Pastikan Nol Korban Jiwa
Banjir dan longsor menerjang Cilacap, Jawa Tengah, namun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada korban jiwa, meskipun akses jalan sempat terputus dan puluhan rumah terendam.

Banjir dan longsor menerjang Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis, 3 April 2024. Peristiwa ini dipicu hujan deras selama dua hari yang menyebabkan Sungai Cikawul meluap. Meskipun akses jalan sempat terputus dan puluhan rumah terendam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan keterangan resmi di Jakarta pada Jumat, 4 April 2024. Ia menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sangat tinggi menjadi penyebab utama bencana hidrometeorologi basah ini. Tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan membantu warga terdampak.
Berdasarkan data yang diterima BNPB, dampak paling signifikan terlihat pada akses jalan penghubung antar desa di Desa Mandala, Kecamatan Cimanggu. Longsoran tanah setinggi 1 meter, lebar 3 meter, dan sepanjang 15 meter memutus akses jalan tersebut. Selain itu, 26 rumah di Dusun Cibungur, Desa Mandala, terendam air limpasan Sungai Cikawul setinggi 1,5 meter, mengakibatkan 18 keluarga harus dievakuasi.
Akses Jalan Terputus dan Rumah Terendam
Hujan deras yang mengguyur wilayah Cilacap mengakibatkan tanah longsor yang memutus akses jalan penghubung antar desa. "Beruntung tidak ada korban jiwa, namun peristiwa itu berdampak pada aktivitas dan mobilitas warga," ujar Abdul Muhari. Proses pembersihan material longsor dan pemulihan akses jalan tengah dilakukan oleh tim gabungan.
Selain longsor, banjir juga menggenangi puluhan rumah di Dusun Cibungur. Genangan air setinggi 1,5 meter memaksa 18 keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman. BPBD Cilacap telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak dan berkoordinasi dengan unsur gabungan untuk penanganan darurat.
Meskipun situasi sempat mencekam, berkat respon cepat tim gabungan, kondisi di lokasi bencana mulai membaik. Laporan hasil kaji cepat yang diterima BNPB hingga Kamis sore menunjukkan bahwa banjir telah surut dan upaya pembersihan material longsor terus dilakukan.
Penanganan Darurat dan Bantuan Logistik
Abdul Muhari memastikan bahwa tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi terkait telah diterjunkan ke lokasi bencana untuk melakukan upaya penanganan darurat. Tim ini bertugas untuk membersihkan material longsor, membantu evakuasi warga, dan mendistribusikan bantuan logistik.
BPBD Cilacap berperan penting dalam koordinasi dan penyaluran bantuan. Mereka bekerja sama dengan unsur gabungan untuk membuka kembali akses jalan yang terputus dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Bantuan logistik yang disalurkan meliputi makanan, minuman, dan kebutuhan pokok lainnya.
Proses pemulihan pasca bencana masih terus berlangsung. BNPB dan instansi terkait berkomitmen untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga terdampak. Upaya pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan warga menjadi prioritas utama.
Sampai dengan Jumat sore, situasi di Cilacap sudah mulai kondusif. Meskipun bencana alam ini menimbulkan kerugian material, berkat kesigapan tim penanggulangan bencana, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi di wilayah rawan bencana.