Longsor dan Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem di Ciamis, Jawa Barat
BPBD Ciamis melakukan asesmen dan penanganan darurat bencana tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang di empat kecamatan akibat cuaca ekstrem, tanpa korban jiwa namun menimbulkan kerugian materi.

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ciamis, Jawa Barat pada Rabu sore mengakibatkan bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang di empat kecamatan. Bencana ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. BPBD Ciamis langsung bergerak cepat melakukan asesmen dan penanganan darurat, beruntung tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan alat berat dan personel untuk mengevakuasi pohon tumbang dan material longsor. "Sudah dilaksanakan asesmen, langsung dilaksanakan penanganan dengan alat berat dan tim evakuasi pohon tumbang dan material longsor," katanya. Meskipun tidak ada korban jiwa, bencana ini mengakibatkan kerugian materi berupa kerusakan rumah warga di beberapa lokasi.
Selain melakukan asesmen dan evakuasi, BPBD Ciamis juga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak. "Upaya penanganan dengan drop logistik kepada warga terdampak," tambah Ani Supiani. Penanganan bencana ini menunjukkan kesigapan BPBD Ciamis dalam merespon dan membantu warga yang terdampak cuaca ekstrem.
Bencana Longsor di Pamarican
Salah satu bencana terparah terjadi di tiga titik di Dusun Sukamantri, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican. Longsor di lokasi ini menyebabkan terputusnya akses jalan penghubung Pamarican dengan Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. BPBD Ciamis langsung menerjunkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan mengevakuasi kendaraan roda dua dan roda empat yang terjebak. "Ada tiga titik longsor, di antara titik longsor tersebut ada kendaraan roda dua dan roda empat terjebak, dan saat ini sudah dilakukan evakuasi," jelas Ani Supiani.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di daerah rawan longsor. Penanganan cepat oleh BPBD Ciamis mencegah kerugian yang lebih besar dan meminimalisir dampak terhadap masyarakat. Proses evakuasi dan pembersihan material longsor menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi warganya.
Kejadian ini juga menggarisbawahi pentingnya infrastruktur yang tahan terhadap bencana alam di wilayah rawan bencana. Perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan di daerah rawan longsor perlu menjadi perhatian untuk mencegah terputusnya akses transportasi di masa mendatang.
Banjir di Lakbok dan Pohon Tumbang di Banjaranyar dan Cisaga
Selain longsor, bencana banjir juga melanda Dusun Kiarapayung, Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok. Air Sungai Sukamelang meluap dan menggenangi 27 rumah warga. BPBD Ciamis juga telah memberikan bantuan dan melakukan penanganan di lokasi ini. Kondisi ini menunjukkan dampak luas dari cuaca ekstrem yang melanda Ciamis.
Di Kecamatan Banjaranyar, tepatnya di Dusun Pongporang, Desa Mekarmukti, sebuah pohon tumbang menimpa satu rumah warga. Sementara di Dusun Cisagakolot, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, kejadian serupa juga terjadi. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian pohon tumbang ini, hanya kerusakan pada bangunan rumah. "Pohon yang menimpa rumah sudah dilakukan penanganan dan pemilik rumah mengungsi ke rumah anaknya," ujar Ani Supiani.
Kejadian pohon tumbang ini mengingatkan pentingnya perawatan pohon-pohon di sekitar pemukiman. Pemangkasan rutin dan pengawasan kondisi pohon dapat meminimalisir risiko pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Kerjasama antara masyarakat dan pemerintah daerah sangat penting dalam upaya mitigasi bencana.
Secara keseluruhan, kejadian bencana alam di Ciamis ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dan bencana alam. Respon cepat dan tepat dari BPBD Ciamis patut diapresiasi, namun upaya mitigasi bencana dan peningkatan infrastruktur tetap perlu menjadi perhatian untuk mengurangi risiko kerugian dan dampak yang lebih besar di masa mendatang. Bantuan logistik yang diberikan juga menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak.