Bio Farma dan RSST Klaten Perangi Kanker Leher Rahim dengan Vaksin HPV
Bio Farma berkolaborasi dengan RSST Klaten dalam menekan angka kanker leher rahim melalui hibah 300 dosis vaksin HPV dan pembangunan tower onkologi untuk penanganan komprehensif penyakit tersebut.

PT Bio Farma, perusahaan farmasi BUMN, bekerja sama dengan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten, Jawa Tengah, dalam upaya menekan angka kasus kanker leher rahim. Kerja sama ini diwujudkan dengan pemberian hibah 300 dosis vaksin HPV (Human Papillomavirus) kepada RSST Klaten pada Jumat, 17 Januari 2024.
VP Hubungan Kelembagaan dan Transformasi Layanan Medis PT Bio Farma, Hidayat Setiadji, menjelaskan bahwa hibah vaksin HPV ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam menurunkan angka kanker serviks di Indonesia. Vaksin ini diperuntukkan bagi perempuan usia subur, khususnya rentang usia 11 hingga 55 tahun. Ini merupakan tahap awal dari kerjasama tersebut, diharapkan akan ada bantuan lebih lanjut di masa mendatang.
Langkah ini diapresiasi oleh pihak RSST Klaten yang telah menyediakan layanan vaksinasi HPV di area sekolah, menjangkau kelompok masyarakat yang belum terjangkau oleh program pemerintah. Diharapkan kerjasama ini dapat meningkatkan cakupan imunisasi HPV di Kabupaten Klaten dan sekitarnya, sehingga mampu melindungi lebih banyak perempuan dari risiko kanker leher rahim.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama RSST Klaten, dr. Sholahuddin Rhatomy, menambahkan bahwa rumah sakit tersebut juga tengah membangun tower onkologi sebagai pusat penanganan kanker. Tower ini akan dilengkapi dengan fasilitas kemoterapi dan radioterapi, dan ditargetkan rampung pada tahun 2026. Tower onkologi ini akan menjadi fasilitas penting untuk penanganan kuratif kanker, melengkapi upaya preventif melalui imunisasi dan deteksi dini.
Selain program vaksinasi, RSST Klaten juga aktif melakukan upaya preventif lain untuk menekan angka kanker serviks, seperti deteksi dini. Pendekatan dua sisi ini, yaitu pencegahan melalui vaksinasi dan pengobatan melalui fasilitas onkologi, diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka kasus kanker leher rahim di Klaten dan sekitarnya. Dengan kolaborasi yang kuat antara sektor swasta dan pemerintah, diharapkan upaya untuk mengatasi masalah kesehatan serius ini dapat berjalan lebih efektif.
Program ini menunjukkan sinergi yang baik antara perusahaan farmasi dan rumah sakit dalam menangani masalah kesehatan masyarakat. Hibah vaksin HPV ini menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan, sementara pembangunan tower onkologi memperkuat kemampuan penanganan medis kanker leher rahim. Harapannya, kerja sama ini dapat menjadi contoh yang baik untuk daerah lain dalam memerangi penyakit mematikan ini.