Bocah 11 Tahun Selamat dari Tenggelam di Bendungan Padang
Petugas gabungan berhasil menyelamatkan seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun yang tenggelam di Bendungan Lubuk Rayo, Padang, Rabu kemarin. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan anak-anak saat bermain di dekat air.

Pada Rabu, 2 April 2024, seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun bernama Rahul asal Lubuk Buaya, Koto Tangah, Padang, berhasil diselamatkan setelah tenggelam di Bendungan Lubuk Rayo, Balai Gadang, Padang. Kejadian ini terjadi ketika Rahul mandi-mandi bersama empat temannya tanpa sepengetahuan orang tua. Rahul yang tidak bisa berenang mengalami kecelakaan dan tenggelam, namun beruntung teman-temannya segera meminta pertolongan warga sekitar dan petugas yang berada di lokasi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, Hendri Zulviton, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Berkat penanganan cepat, Rahul berhasil diselamatkan dan diperbolehkan pulang bersama keluarganya. Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan orangtua terhadap anak-anak, terutama saat berada di dekat sumber air.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan, khususnya saat liburan. Kecepatan respon warga dan petugas gabungan menjadi faktor kunci keberhasilan penyelamatan Rahul. Kejadian ini juga menjadi pembelajaran bagi orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak mereka, terutama di area yang berpotensi bahaya seperti bendungan.
Penyelamatan Cepat dan Responsif
Proses penyelamatan Rahul berjalan cepat berkat kesigapan warga dan petugas gabungan. Teman-teman Rahul yang melihat kejadian tersebut segera berteriak meminta pertolongan. Petugas yang berada di lokasi langsung merespon dan melakukan evakuasi. Kecepatan respon ini sangat krusial dalam menyelamatkan nyawa Rahul.
Setelah dievakuasi, Rahul langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Petugas medis memberikan penanganan yang cepat dan tepat sehingga kondisi Rahul segera membaik. Rahul kemudian diperbolehkan pulang dan berkumpul kembali dengan keluarganya.
Keberhasilan penyelamatan ini menunjukkan pentingnya kerjasama antara warga dan petugas dalam menghadapi situasi darurat. Kepekaan warga dalam memberikan pertolongan pertama dan respon cepat petugas menjadi faktor kunci keberhasilan penyelamatan bocah tersebut.
Imbauan Keselamatan dari BPBD Padang
Menyikapi kejadian ini, Hendri Zulviton mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berwisata, terutama di area yang berpotensi bahaya seperti pantai, sungai, dan bendungan. Ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak mereka, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
BPBD Padang sendiri telah menyiagakan puluhan personel di berbagai tempat wisata selama liburan Lebaran untuk mengantisipasi kejadian bencana. Setiap harinya, dua puluh personel BPBD dibantu oleh Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan relawan kebencanaan bersiaga di lokasi-lokasi wisata untuk memberikan bantuan dan pertolongan jika dibutuhkan.
Langkah antisipasi ini menunjukkan kesiapsiagaan BPBD Padang dalam menjaga keselamatan masyarakat selama liburan. Dengan adanya personel yang siaga, diharapkan dapat meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan dan memberikan respon cepat jika terjadi kejadian darurat.
Kejadian tenggelamnya Rahul di Bendungan Lubuk Rayo menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Pentingnya kewaspadaan, pengawasan, dan kesiapsiagaan dalam mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Mari kita tingkatkan kesadaran akan keselamatan, khususnya saat berada di dekat sumber air.