BPOM Resmikan Laboratorium Regional Jayapura untuk Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia Timur
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi luncurkan Laboratorium Regional ke-8 di Jayapura untuk meningkatkan pengawasan obat dan makanan di Indonesia Timur dan pemerataan pembangunan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja meresmikan Laboratorium Regional ke-8 di Jayapura, Papua. Peresmian ini dilakukan pada Kamis di Jakarta, guna meningkatkan pengawasan obat dan makanan di Indonesia bagian timur. Laboratorium ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi sumber daya, serta memperkuat pengujian laboratorium di wilayah tersebut.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa laboratorium merupakan tulang punggung pengawasan obat dan makanan. Perkuatan laboratorium menjadi prioritas BPOM untuk mendukung fungsi pengujian yang memadai di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM di daerah. Laboratorium regional, seperti yang baru diresmikan di Jayapura, memiliki kemampuan pengujian kimia dan biologi yang unggul dan bertugas mengoordinasikan seluruh Balai Besar, Balai, dan Loka POM dalam satu regional, antar regional, dan dengan unit kerja terkait.
Dengan bertambahnya Laboratorium Regional Jayapura, kini BPOM memiliki 8 laboratorium regional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sebelumnya, laboratorium regional telah beroperasi di Medan, Pekanbaru, Semarang, Surabaya, Samarinda, Makassar, dan Manado. Pembentukan laboratorium regional ini merupakan bagian dari strategi BPOM untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan akses terhadap pengawasan obat dan makanan yang berkualitas di seluruh Indonesia.
Penguatan UPT BPOM dan Program Astacita
Selain peresmian laboratorium regional di Jayapura, BPOM juga mengapresiasi peningkatan status 13 UPT-nya. Dua Balai POM telah naik tingkat menjadi Balai Besar POM, yaitu di Kupang dan Gorontalo. Sebanyak 11 Loka POM juga telah dipromosikan menjadi Balai POM, termasuk di Banyumas, Balikpapan, Indragiri Hulu, Dumai, dan Bima. Peningkatan status ini didasarkan pada indikator kinerja, kebutuhan daerah, fasilitas, jumlah pegawai, dan fungsi UPT.
Saat ini, BPOM memiliki 76 UPT yang melayani 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia. Kepala BPOM menyampaikan harapannya agar ke depannya setiap kabupaten/kota dapat memiliki satu UPT, bahkan mencontoh sistem di Amerika Serikat yang sampai ke tingkat kecamatan. Hal ini menunjukkan komitmen BPOM untuk terus meningkatkan jangkauan pengawasan dan pelayanannya.
Dengan peningkatan klasifikasi UPT dan pembentukan Laboratorium Regional Jayapura, BPOM berharap dapat meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan di daerah. Langkah ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal dalam menyukseskan program Astacita.
Berikut poin-poin penting terkait peresmian Laboratorium Regional Jayapura:
- Peningkatan efektivitas dan efisiensi pengawasan obat dan makanan di Indonesia Timur.
- Penguatan laboratorium pengujian di wilayah Papua dan sekitarnya.
- Peresmian Laboratorium Regional ke-8 BPOM.
- Peningkatan status 13 UPT BPOM.
- Dukungan terhadap program Astacita.
Peresmian Laboratorium Regional Jayapura menandai langkah signifikan BPOM dalam memperkuat pengawasan obat dan makanan di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah timur. Dengan adanya laboratorium ini, diharapkan kualitas pengawasan dapat ditingkatkan dan masyarakat dapat lebih terlindungi dari peredaran obat dan makanan yang tidak aman.