Brimob Diturunkan, Polres Banjarbaru Siap Amankan PSU Pilwali 2025
Polres Banjarbaru akan diperkuat personel Brimob Polda Kalsel untuk mengamankan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilwali Banjarbaru pada 19 April 2025 mendatang, guna mencegah potensi gangguan keamanan.

Banjarbaru, Kalimantan Selatan, akan kembali menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilwali pada 19 April 2025. Untuk memastikan jalannya PSU berjalan aman dan lancar, Polres Banjarbaru telah mempersiapkan langkah pengamanan yang maksimal. Hal ini termasuk dengan menurunkan personel tambahan dari Satuan Brimob Polda Kalimantan Selatan. Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius Febry, menegaskan pentingnya kehadiran Brimob untuk mencegah potensi kerawanan keamanan selama PSU.
Keputusan untuk melibatkan personel Brimob diambil setelah adanya evaluasi potensi kerawanan keamanan di beberapa titik. Polres Banjarbaru masih terus melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan jumlah personel yang tepat dan strategi pengamanan yang optimal. "Kehadiran personel Brimob dibutuhkan untuk mencegah berbagai kerawanan PSU," ujar Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius Febry, dalam keterangannya di Banjarbaru, Rabu.
Langkah-langkah pengamanan yang dilakukan Polres Banjarbaru tidak hanya melibatkan personel Brimob. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banjarbaru untuk memastikan sinergi pengamanan yang terintegrasi. Pihak kepolisian juga menunggu arahan dan petunjuk dari Polda Kalsel untuk mendukung pengamanan maksimal agar PSU dapat berjalan aman dan lancar. Hal ini menunjukkan keseriusan aparat keamanan dalam menjaga kondusifitas daerah selama proses PSU berlangsung.
Pengamanan PSU Pilwali Banjarbaru: Strategi dan Personel
Pengalaman pengamanan Pilkada Serentak 2024 lalu menjadi acuan dalam perencanaan pengamanan PSU kali ini. Pada Pilkada Serentak 27 November 2024, Polres Banjarbaru mengerahkan 235 personel untuk mengamankan 483 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selain itu, Polres Banjarbaru juga mendapatkan dukungan 66 personel dari Polda Kalsel, termasuk 30 personel Dalmas yang disiagakan di markas komando untuk penugasan sewaktu-waktu dibutuhkan. Pengalaman ini akan menjadi modal berharga dalam menyusun strategi pengamanan PSU Pilwali Banjarbaru 2025.
Kali ini, fokus pengamanan akan diarahkan pada daerah-daerah yang dinilai rawan dan sangat rawan. Identifikasi daerah rawan ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan pemetaan potensi gangguan keamanan. Dengan strategi yang tepat dan personel yang cukup, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir. "Kami terus berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu untuk langkah-langkah pengamanan terbaik," jelas Kapolres Banjarbaru.
PSU Pilwali Banjarbaru kali ini akan mempertandingkan satu pasangan calon, yaitu Erna Lisa Halaby dan Wartono, melawan kotak kosong. Jumlah pemilih yang akan menyalurkan suaranya mencapai 195.819 orang, terdiri dari 95.498 pemilih laki-laki dan 100.321 pemilih perempuan. Jumlah pemilih yang signifikan ini menuntut kesiapan pengamanan yang matang dan terencana dengan baik.
Sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK), PSU ini akan dilaksanakan dengan mekanisme satu pasangan calon melawan kotak kosong. Hal ini menjadi pertimbangan penting dalam strategi pengamanan yang diterapkan oleh Polres Banjarbaru. Dengan adanya dukungan dari Brimob Polda Kalsel, diharapkan PSU Pilwali Banjarbaru 2025 dapat berjalan aman, lancar, dan demokratis.
Antisipasi Kerawanan dan Koordinasi Antar Lembaga
Untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, Polres Banjarbaru akan melakukan beberapa langkah strategis. Selain penambahan personel Brimob, koordinasi yang intensif dengan KPU dan Bawaslu akan terus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan semua pihak bekerja sama dalam menciptakan suasana yang kondusif selama proses PSU. Pemantauan ketat di daerah rawan juga akan dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Pius Febry menambahkan bahwa pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, seperti TNI dan pemerintah daerah, untuk memastikan pengamanan yang komprehensif. Kerja sama antar lembaga ini sangat penting untuk menciptakan sinergi dan efektivitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama PSU berlangsung. Dengan demikian, diharapkan PSU Pilwali Banjarbaru dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Dengan adanya pengamanan yang maksimal ini, diharapkan pelaksanaan PSU Pilwali Banjarbaru 2025 dapat berjalan lancar, aman, dan demokratis. Kehadiran Brimob dan koordinasi antar lembaga menjadi jaminan keamanan dan ketertiban selama proses pemilihan berlangsung. Hal ini akan memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pemilih untuk menyalurkan hak pilihnya.
Proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilwali Banjarbaru 2025 ini merupakan momentum penting bagi demokrasi di Kalimantan Selatan. Dengan adanya jaminan keamanan dan ketertiban yang terjamin, diharapkan proses demokrasi ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan pilihan rakyat.