Bulog Karawang Gencar Serap Gabah Petani, Ketahanan Pangan Terjaga?
Bulog Karawang gencar serap gabah petani dengan harga Rp6.500/kg, demi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani.

Karawang, 29 Maret 2025 - Petani di Karawang kini memiliki angin segar. Perum Bulog Karawang tengah gencar menyerap gabah kering panen (GKP) langsung dari petani dengan harga pembelian yang menguntungkan, yaitu Rp6.500 per kilogram. Program ini bertujuan untuk menjamin ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mencegah hasil panen jatuh ke tangan tengkulak.
Langkah Bulog ini sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025. Harga pembelian gabah yang ditawarkan jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya; Rp4.200 per kilogram pada 2022, Rp5.000 pada 2023, dan Rp6.000 pada 2024. Kenaikan harga ini diharapkan mampu memberikan insentif bagi petani untuk menjual hasil panennya langsung ke Bulog.
Target penyerapan gabah Bulog Karawang tahun ini mencapai 75 ribu ton. Gabah yang diserap akan diolah menjadi beras dan dimasukkan ke dalam stok cadangan beras pemerintah. Dengan demikian, Bulog tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan ketersediaan pangan nasional.
Serapan Gabah dan Kerjasama Antar Pihak
Potensi pertanian Karawang yang luas, sekitar 94 hektare lahan persawahan dengan produktivitas rata-rata 60,16 kuintal per hektare, menjanjikan keberhasilan program ini. Target produksi padi Karawang tahun ini mencapai 1,4 juta ton, jauh melebihi target serapan Bulog. Namun, keberhasilan program ini membutuhkan kerjasama yang erat antara berbagai pihak.
Kepala Perum Bulog Karawang, Umar Said, menekankan pentingnya peran pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Dinas Pertanian, dan Ketahanan Pangan Karawang dalam membantu proses penyerapan gabah. Sosialisasi kepada petani mengenai program ini dan pendampingan saat panen menjadi kunci keberhasilan.
Ketua Komisi II DPRD Karawang, Mumun Maemunah, juga mendukung penuh kerjasama ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara petani, Bulog, dan Dinas Pertanian agar penyerapan gabah berjalan maksimal. Sosialisasi dan pendampingan petani menjadi langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut.
Salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan adalah dengan melibatkan TNI dalam proses penyerapan gabah. TNI akan membantu memberikan informasi lokasi panen kepada Bulog, sehingga proses pembelian dapat dilakukan secara efisien dan tepat sasaran.
Strategi Bulog Karawang dalam Penyerapan Gabah
Bulog Karawang juga melibatkan sekitar 15-20 mitra kerja dalam penyerapan gabah. Mitra kerja ini terdiri dari perusahaan yang berbadan hukum, badan usaha, usaha perseorangan, serta kelompok tani atau gabungan kelompok tani yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Bulog.
Hingga pertengahan Maret 2025, realisasi penyerapan gabah Bulog Karawang telah mencapai 22.800 ton, melampaui target awal sebesar 16.700 ton. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa program tersebut berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi petani.
Bulog Karawang menargetkan penyerapan gabah mencapai 1.000-2.000 ton per hari hingga April 2025. Petani diimbau untuk menjaga kualitas gabah dengan melakukan panen dan pascapanen yang baik, termasuk menggunakan alat yang tepat dan penyimpanan yang sesuai untuk menghindari kerusakan, jamur, atau kecambah.
Program penyerapan gabah oleh Bulog Karawang ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi petani, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Dengan harga yang kompetitif dan kerjasama yang baik antar berbagai pihak, program ini diharapkan dapat terus berjalan sukses dan berkelanjutan.