Bulog Kotim Target Serap Jagung 500 Ton, Dorong Ketahanan Pangan Kalteng
Bulog Kotawaringin Timur menargetkan serapan jagung minimal 500 ton pada tahun ini untuk mendukung ketahanan pangan dan menyerap hasil panen petani.

Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memasang target ambisius dengan menargetkan serapan jagung minimal 500 ton pada tahun 2023. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad, di Sampit pada Rabu lalu. Target ini merupakan bagian dari upaya Bulog dalam mendukung program pemerintah untuk penguatan ketahanan pangan nasional, khususnya di Kalimantan Tengah. Inisiatif ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Kotim.
Penyerapan jagung oleh Bulog Kotim ini terbilang baru, karena merupakan tahun pertama bagi Bulog Kotim untuk menyerap komoditas jagung. Meskipun belum dapat dipastikan jumlah pasti jagung yang akan terkumpul, antusiasme Bulog Kotim terlihat jelas dalam komitmennya untuk mendukung petani. Jagung yang akan diserap adalah jagung pipilan, yang umumnya digunakan sebagai pakan ternak. Hal ini selaras dengan harapan Bulog atas pembangunan pabrik pakan ternak di Kecamatan Parenggean yang diharapkan dapat meningkatkan daya serap jagung hasil panen petani.
Proses penyerapan jagung sendiri memiliki persyaratan tertentu. Petani diwajibkan mengeringkan jagung hingga kadar air mencapai 13 persen sebelum dipipil dan diserahkan ke Bulog. Pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk jagung sebesar Rp5.500 per kilogram, harga yang dinilai menguntungkan bagi para petani. Bulog Kotim juga menyatakan kesiapannya untuk menyerap hasil panen jagung dari program penanaman jagung sejuta hektare, bahkan turut hadir dalam panen perdana jagung komposit di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu pada Selasa, 11 Maret 2023.
Dukungan Bulog Kotim terhadap Petani Jagung
Bulog Kotim memberikan dukungan penuh terhadap program penanaman jagung sejuta hektare yang dicanangkan pemerintah. Mereka mengapresiasi sinergi antara Polres dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam upaya mewujudkan program tersebut, yang menargetkan penanaman jagung seluas 100 hektare di setiap desa. Bulog Kotim menegaskan kesiapannya untuk menyerap seluruh hasil panen, tanpa memandang jumlahnya. Untuk wilayah-wilayah yang jauh, seperti di wilayah utara Kotim, Bulog akan melakukan koordinasi agar pengangkutan hasil panen dapat dilakukan secara bersamaan demi efisiensi dan efektivitas.
"Berapa pun panennya, kami siap menyerapnya. Untuk wilayah yang jauh seperti di wilayah utara, nanti kami koordinasikan agar bersamaan sehingga untuk pengangkutan bisa lebih mudah, efektif dan efisien," ujar Azwar Fuad.
Komitmen Bulog Kotim ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasar bagi petani jagung dan mendorong peningkatan produksi jagung di Kotim. Dengan adanya jaminan penyerapan hasil panen, petani dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi.
Bulog juga berharap pembangunan pabrik pakan ternak di Kecamatan Parenggean dapat segera rampung sehingga dapat menyerap jagung hasil panen petani secara optimal. Hal ini akan menciptakan sinergi yang baik antara petani, Bulog, dan industri pengolahan pakan ternak.
Data Produksi Jagung Kotawaringin Timur
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dihimpun dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotawaringin Timur, luas panen jagung di Kotim mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, luas panen mencapai 195 hektare, turun menjadi 142 hektare pada tahun 2022, dan meningkat kembali menjadi 220 hektare pada tahun 2023. Pada tahun 2023, Kecamatan Baamang menjadi kecamatan dengan luas panen jagung terbesar, yaitu 40 hektare, diikuti oleh Kecamatan Parenggean (29 hektare), Kota Besi (28 hektare), dan Telawang (22 hektare).
Produktivitas jagung di Kotim juga menunjukkan tren yang menarik. Pada tahun 2021, produktivitas jagung mencapai 4,528 ton per hektare, turun menjadi 4,317 ton per hektare pada tahun 2022, dan meningkat menjadi 4,805 ton per hektare pada tahun 2023. Kecamatan Parenggean mencatatkan produktivitas jagung tertinggi pada tahun 2023, yaitu 5,69 ton per hektare, diikuti oleh Kecamatan Telawang (5,64 ton/hektare), Kota Besi (5,14 ton/hektare), dan Seranau (5,12 ton/hektare).
Data ini menunjukkan potensi peningkatan produksi jagung di Kotim. Dengan dukungan dari Bulog dan program pemerintah, diharapkan produksi jagung di Kotim dapat terus meningkat di masa mendatang, sehingga dapat berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Dengan adanya program serapan jagung oleh Bulog Kotim, diharapkan petani dapat lebih terjamin dalam memasarkan hasil panennya dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Program ini juga berkontribusi pada ketahanan pangan di Kalimantan Tengah dan Indonesia secara keseluruhan.