Bulog Cirebon Incar 5 Ribu Ton Jagung dari Petani pada 2025
Bulog Cirebon memasang target ambisius untuk menyerap 5.000 ton jagung dari petani lokal pada tahun 2025, guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Cirebon, Jawa Barat, 4 April 2024 - Perum Bulog Cabang Cirebon menetapkan target penyerapan jagung mencapai 5.000 ton pada tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian dari program nasional untuk mengamankan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) sebanyak 1 juta ton. Sasaran utama Bulog Cirebon adalah sentra produksi jagung di wilayah Cirebon bagian timur dan Kabupaten Majalengka.
Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Ramaijon Purba, menjelaskan bahwa strategi utama untuk mencapai target tersebut adalah penetapan harga pembelian jagung langsung dari petani sebesar Rp5.500 per kilogram. Harga ini diharapkan dapat memberikan insentif bagi petani untuk memasok jagung mereka ke Bulog.
Pemilihan Cirebon Timur dan Majalengka sebagai sentra produksi jagung didasarkan pada potensi produksi yang signifikan di kedua wilayah tersebut. Di Cirebon Timur, Kecamatan Pabedilan dan Losari menjadi fokus utama, sementara di Majalengka, Kecamatan Kadipaten dan Jatitujuh dikenal sebagai lumbung jagung Jawa Barat. Langkah ini diharapkan dapat memastikan pasokan jagung yang stabil dan berkualitas.
Strategi Bulog Cirebon Raih Target 5.000 Ton Jagung
Untuk memastikan tercapainya target penyerapan jagung, Bulog Cirebon akan menerapkan beberapa strategi kunci. Pertama, menjalin kemitraan yang erat dengan kelompok tani dan petani mandiri. Kerjasama ini akan memudahkan proses pengadaan dan memastikan ketersediaan jagung sesuai standar kualitas yang ditetapkan.
Kedua, Bulog akan berkolaborasi dengan dinas pertanian setempat dan penyuluh lapangan. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan memastikan kualitas jagung yang dihasilkan. Hal ini penting untuk menjaga kualitas CJP dan memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Ketiga, sosialisasi kepada petani akan dilakukan secara intensif. Sosialisasi ini akan mencakup penjelasan detail mengenai skema penyerapan jagung, harga yang ditawarkan, serta standar kualitas yang harus dipenuhi. Tujuannya adalah untuk memastikan program berjalan optimal dan dipahami oleh seluruh petani yang terlibat.
Kualitas dan Pasca Panen: Kunci Sukses Program
Ramaijon Purba menekankan pentingnya kualitas jagung yang diserap. Kadar air menjadi salah satu faktor penentu kualitas jagung. Bulog Cirebon akan bekerja sama dengan petani untuk memastikan proses pasca panen dilakukan dengan baik, sehingga kualitas jagung tetap terjaga hingga sampai ke gudang Bulog.
"Kami akan berkoordinasi dengan petani agar proses pascapanen dapat dilakukan dengan baik, sehingga kualitas jagung yang diserap tetap terjaga," kata Ramaijon Purba.
Dengan komitmen dan strategi yang terukur, Bulog Cirebon optimis dapat mencapai target penyerapan jagung sebanyak 5.000 ton pada tahun 2025. Hal ini akan berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani di wilayah Cirebon dan Majalengka.
Program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, khususnya bagi para petani jagung. Dengan harga jual yang terjamin, petani dapat lebih fokus pada peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen mereka.
Bulog Cirebon berkomitmen untuk terus mendukung petani dan berperan aktif dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di Indonesia.