Bulog Madiun Incar Serap 52.800 Ton Beras di 2025, Stok Aman hingga Lebaran
Bulog Madiun optimistis mampu menyerap 52.800 ton beras dari petani pada 2025, dengan stok beras saat ini aman hingga enam bulan ke depan, termasuk menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri.

Bulog Cabang Madiun, Jawa Timur, menetapkan target ambisius untuk menyerap gabah dan beras dari petani sebanyak 52.800 ton sepanjang tahun 2025. Target ini diumumkan oleh Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun, Harisun, pada Selasa, 25 Februari 2025. Penyerapan ini bertujuan untuk menstabilkan harga beras di pasaran dan memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat, khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Hingga pertengahan Februari 2025, Bulog Madiun telah berhasil menyerap sekitar 3.700 ton gabah setara beras, atau sekitar 7 persen dari total target. Meskipun capaian ini masih di bawah 10 persen, Bulog Madiun tetap optimis mampu mencapai target yang telah ditetapkan. Optimisme ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk penerapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) baru untuk gabah dan beras.
Penerapan HPP baru untuk gabah sebesar Rp6.500 per kilogram dan beras Rp12.000 per kilogram diharapkan dapat meningkatkan daya tarik bagi petani untuk menjual hasil panennya kepada Bulog. Strategi ini diyakini akan memperlancar proses penyerapan gabah dan beras, sehingga target 52.800 ton dapat tercapai.
Strategi Jemput Gabah Bulog Madiun
Untuk mencapai target ambisius tersebut, Bulog Madiun akan mengoptimalkan peran tim 'Jemput Gabah'. Tim ini akan secara intensif terjun langsung ke lapangan untuk membeli gabah dan beras langsung dari petani. Dengan sistem ini, petani tidak perlu repot membawa hasil panen mereka ke gudang Bulog, melainkan Bulog yang akan mendatangi mereka.
"Jadi kami punya tim Jemput Gabah yang terjun ke petani dan membeli langsung di lokasi, ditimbang dan dibayar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen," jelas Harisun. Sistem ini diharapkan dapat mempermudah akses petani terhadap Bulog dan mendorong peningkatan serapan gabah dan beras.
Kehadiran tim Jemput Gabah ini menjadi salah satu strategi kunci Bulog Madiun dalam mencapai target serapan. Dengan pendekatan langsung kepada petani, diharapkan proses pembelian gabah dan beras dapat berjalan lebih efisien dan efektif.
Selain itu, Bulog Madiun juga akan terus memantau perkembangan harga gabah dan beras di pasaran untuk memastikan harga yang ditawarkan kepada petani tetap kompetitif.
Stok Beras Aman Hingga Enam Bulan Ke Depan
Saat ini, Bulog Madiun memiliki stok beras yang cukup signifikan, yaitu sebanyak 18.300 ton. Stok tersebut diyakini aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan, termasuk selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2025.
Stok beras ini akan terus bertambah seiring dengan upaya penyerapan gabah dan beras petani yang dilakukan oleh tim Jemput Gabah. Wilayah kerja Bulog Madiun meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi, sehingga cakupan penyerapan cukup luas.
Dengan strategi yang terencana dan stok yang memadai, Bulog Madiun optimistis mampu mencapai target serapan beras 52.800 ton pada tahun 2025 dan memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.
Bulog Madiun berkomitmen untuk terus mendukung petani dan menstabilkan harga beras di pasaran. Keberhasilan program ini akan berdampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.