Bulog Mojokerto Serap Gabah Petani 16 Ribu Ton Saat Libur Lebaran
Bulog Mojokerto tetap serap gabah petani hingga 16 ribu ton selama libur Idul Fitri 1446 H, menjaga harga dan mendukung petani.

Bulog Mojokerto, Jawa Timur, menunjukkan komitmennya terhadap petani dengan terus menyerap gabah meskipun dalam masa libur Idul Fitri 1446 H. Penyerapan gabah ini dilakukan untuk menjamin harga jual gabah petani tetap stabil dan sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Hingga 1 April 2025, Bulog Mojokerto telah berhasil menyerap sebanyak 16 ribu ton gabah. Capaian ini menempatkan Bulog Mojokerto di peringkat ke-2 tertinggi di Jawa Timur. Meskipun demikian, pihak Bulog tetap berkomitmen untuk melanjutkan penyerapan gabah, bahkan selama libur Lebaran.
Proses penyerapan gabah melibatkan tim jemput gabah yang langsung mendatangi para petani. Hal ini dilakukan untuk memastikan kemudahan akses bagi petani dalam menjual hasil panen mereka. Bulog menargetkan penyerapan gabah sebanyak 200 ton pada hari tersebut.
Penyerapan Gabah Libur Lebaran: Jaga Stabilitas Harga dan Dukung Petani
Muhammad Husin, Pemimpin Cabang Bulog Kantor Cabang Mojokerto, menjelaskan bahwa kegiatan penyerapan gabah selama libur Lebaran telah direncanakan dengan matang. Informasi dari Babinsa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menjadi dasar perencanaan tersebut. Bulog berkomitmen untuk membeli gabah petani sesuai HPP.
"Kami tidak ingin hasil panen petani dibeli dengan harga yang rendah di bawah ketentuan," tegas Muhammad Husin. Langkah ini diambil untuk melindungi petani dari potensi kerugian akibat fluktuasi harga pasar.
Penyerapan gabah ini juga merupakan bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas harga gabah di pasaran. Dengan membeli langsung dari petani, Bulog membantu mencegah penurunan harga yang merugikan petani.
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi yang solid antara Bulog dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kodim, Koramil, Babinsa, Pemkab/Pemkot, Dinas Pertanian, PPL, dan Perpadi.
Kolaborasi dan Sinergitas Jaga Keberhasilan Serap Gabah
Kerja sama yang erat antara Bulog dan berbagai instansi pemerintah daerah dan militer menjadi kunci keberhasilan penyerapan gabah. Pemantauan dan penyerapan gabah dilakukan secara intensif, bahkan hingga malam hari setelah para petani selesai memanen, meskipun dalam masa libur Lebaran.
"Kami bersama-sama dengan kodim, koramil, babinsa, pemkab/pemkot, Dinas Pertanian, PPL dan Perpadi di wilayah Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang melakukan pemantauan dan penyerapan gabah petani hingga malam hari setelah petani selesai panen dan libur Hari Raya Idul Fitri 1446 H," ujar Muhammad Husin.
Kolaborasi ini memastikan bahwa program penyerapan gabah berjalan lancar dan efektif, menjangkau petani di berbagai wilayah. Hal ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung kesejahteraan petani.
Program ini sejalan dengan arahan Presiden RI untuk menjaga kesejahteraan petani dan memastikan harga gabah tetap stabil. Dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, Bulog memberikan jaminan harga yang layak bagi petani.
Kesimpulan
Penyerapan gabah oleh Bulog Mojokerto selama libur Idul Fitri menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung petani. Kolaborasi antar instansi dan kerja keras tim Bulog berhasil menyerap 16 ribu ton gabah, menjaga stabilitas harga, dan memastikan petani mendapatkan harga yang layak atas hasil panen mereka.