Bulog Serap 1.300 Ton Gabah Petani OKU Timur, Kejar Target 40 Ribu Ton!
Bulog OKU Timur berhasil menyerap 1.300 ton gabah petani, dengan harga Rp6.500/kg untuk GKP dan Rp12.000/kg untuk beras, dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan dan mencapai target 40 ribu ton pada tahun 2025.

Bulog OKU Timur Sukses Serap Ribuan Ton Gabah Petani
Perum Bulog Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, berhasil menyerap sebanyak 1.300 ton gabah beras petani di Kabupaten OKU Timur. Penyerapan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah tersebut, terutama selama musim panen tahun 2025. Penyerapan gabah dilakukan di Desa Sugih Waras dan Desa Karang Binangun, dengan rincian 1.300 ton gabah beras dan 129 ton gabah kering panen (GKP). Kepala Bulog OKU, Julhaidar Romadon, memimpin langsung upaya ini.
Program penyerapan gabah ini merupakan bagian dari upaya Bulog untuk menstabilkan harga dan ketersediaan beras di pasaran. Dengan harga beli GKP sebesar Rp6.500/kg dan beras Rp12.000/kg, Bulog berupaya memberikan harga yang layak bagi petani. Langkah ini diharapkan dapat mendorong petani untuk tetap semangat dalam bercocok tanam dan meningkatkan produksi.
Target penyerapan gabah di OKU Timur pada tahun 2025 mencapai 40 ribu ton. Untuk mencapai target tersebut, Bulog telah membentuk tiga tim yang bertugas langsung di lapangan untuk melakukan penyerapan gabah di tingkat petani dan tempat penggilingan. Selain itu, Bulog juga telah mendirikan lima posko pemantau untuk memantau daerah-daerah yang akan memasuki masa panen.
Langkah Strategis Bulog OKU Timur
Untuk memastikan keberhasilan program ini, Bulog OKU Timur menerapkan strategi yang terukur. Pembentukan tiga tim lapangan memungkinkan penyerapan gabah dilakukan secara efisien dan merata di berbagai wilayah. Kehadiran lima posko pemantau juga sangat penting untuk memonitor perkembangan panen dan mengantisipasi potensi kendala di lapangan. Kerja sama dengan TNI Kodim 0403 juga menjadi kunci keberhasilan, membantu menginformasikan daerah yang akan panen dan mengedukasi petani.
Julhaidar Romadon menekankan pentingnya panen tepat waktu agar kualitas gabah tetap terjaga. "Hasil serapan yang dilakukan hari ini di dua desa tersebut mencapai 1.300 ton beras dan 129 ton GKP. Penyerapan akan dilanjutkan ke desa-desa lainnya di OKU Timur yang memulai masa panen untuk mengejar target sasaran," tegasnya. Hal ini menunjukkan komitmen Bulog untuk mendukung petani dan memastikan ketersediaan pangan.
Dengan harga beli yang kompetitif dan strategi penyerapan yang terencana, Bulog berupaya memberikan dampak positif bagi perekonomian petani di OKU Timur. Program ini juga diharapkan dapat mencegah fluktuasi harga beras di pasaran dan menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat.
Kerja Sama dan Pemantauan yang Efektif
Kerja sama dengan TNI Kodim 0403 merupakan langkah strategis Bulog untuk memastikan informasi panen tepat waktu sampai ke petani. Edukasinya kepada petani tentang pentingnya panen tepat waktu juga sangat penting untuk menjaga kualitas gabah. Dengan informasi yang akurat, Bulog dapat melakukan penyerapan gabah secara efektif dan efisien.
Keberadaan lima posko pemantau juga memperkuat sistem pengawasan Bulog. Posko-posko ini berperan penting dalam memonitor daerah-daerah yang berpotensi panen raya, sehingga Bulog dapat segera melakukan penyerapan gabah. Sistem pemantauan yang efektif ini memastikan tidak ada potensi kehilangan hasil panen petani.
"Kami juga menggandeng TNI Kodim 0403 untuk menginformasikan daerah mana saja yang mendekati masa panen sekaligus mengedukasi petani agar melakukan panen tepat waktu," ujar Julhaidar Romadon. Hal ini menunjukkan komitmen Bulog dalam membangun sinergi untuk mencapai tujuan bersama.
Dengan strategi yang terencana dan kerja sama yang baik, Bulog optimis dapat mencapai target penyerapan gabah 40 ribu ton di OKU Timur pada tahun 2025. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan nasional.
Kesimpulan: Penyerapan gabah oleh Bulog di OKU Timur menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras. Strategi yang terukur dan kerja sama yang baik antara Bulog dan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program ini.