Dinsos Mukomuko Siapkan Bantuan Pasca Kebakaran Gereja HKBP di Desa Pulai Payung
Dinas Sosial Mukomuko siap salurkan bantuan material bangunan dan sembako untuk pembangunan kembali Gereja HKBP di Desa Pulai Payung yang terbakar akibat korsleting listrik, ditaksir kerugian mencapai Rp500 juta.

Kebakaran menghanguskan Asrama dan Gereja HKBP di Desa Pulai Payung, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu pada Kamis, 20 Maret 2024. Peristiwa ini mengakibatkan kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta. Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik, dan satu orang, Hanasia Nababan (27), pendeta gereja tersebut, kehilangan tempat tinggalnya. Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko bergerak cepat dengan menyiapkan bantuan material bangunan dan sembako bagi para korban.
Zoni Fourwanda, Kabid Rehabilitasi Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Mukomuko, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyalurkan bantuan. Saat ini, mereka tengah menunggu petunjuk dari atasan untuk penyaluran bantuan tersebut. Bantuan yang disiapkan tidak hanya berupa material bangunan untuk merekonstruksi asrama dan gereja yang terbakar, tetapi juga mencakup bantuan pangan dan kebutuhan pokok lainnya.
Pemkab Mukomuko melalui Dinsos telah menerima laporan resmi terkait kejadian kebakaran tersebut. Proses penyaluran bantuan akan dilakukan setelah ada laporan tertulis dari kepala desa dan diketahui oleh camat setempat, sesuai prosedur dan anggaran yang tersedia di dinas tersebut. Jika ada anak-anak yang menjadi korban, bantuan pakaian juga akan diberikan.
Bantuan Material dan Sembako untuk Korban Kebakaran
Dinsos Mukomuko berkomitmen untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak kebakaran Gereja HKBP di Desa Pulai Payung. Bantuan material bangunan akan difokuskan untuk rekonstruksi asrama dan gereja yang rusak parah. Selain itu, bantuan sembako akan diberikan untuk memenuhi kebutuhan pangan para korban, khususnya bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan.
Proses penyaluran bantuan akan dilakukan secara terencana dan terkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat bermanfaat bagi para korban yang membutuhkan. Transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan juga menjadi prioritas utama.
Pemkab Mukomuko berharap bantuan yang diberikan dapat membantu mempercepat proses pemulihan dan pembangunan kembali asrama serta rumah ibadah Gereja HKBP. Dukungan dari berbagai pihak juga diharapkan untuk membantu meringankan beban para korban dan memulihkan kehidupan mereka.
Kerugian Ditaksir Rp500 Juta, Penyebab Diduga Korsleting Listrik
AKBP Yana Supriatna, Kepala Kepolisian Resor Mukomuko, menyatakan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting arus pendek listrik. Asrama gereja yang terbakar dihuni oleh Hanasia Nababan (27), pendeta di gereja tersebut. Polres Mukomuko telah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp500 juta. Angka tersebut mencakup kerusakan bangunan asrama dan gereja, serta kerugian materiil lainnya yang dialami oleh para korban. Besarnya kerugian ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan kebakaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan instalasi listrik dan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya kebakaran. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan sangat penting untuk meminimalisir kerugian dan dampak yang lebih besar di masa mendatang.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Kerjasama dan koordinasi antar instansi dan masyarakat sangat penting dalam penanggulangan bencana dan pemulihan pasca bencana.
Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban para korban dan mempercepat proses pemulihan pasca kebakaran Gereja HKBP di Desa Pulai Payung. Semoga kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih waspada dan siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana.