DPR Apresiasi Panen Padi Melimpah di Sidoarjo: Surplus dan Capai 9 Ton per Hektare!
Komisi VII DPR RI memberikan apresiasi atas keberhasilan panen padi di Tarik, Sidoarjo, yang mencapai 9 ton gabah per hektare, melampaui target pemerintah dan menghasilkan surplus untuk kebutuhan daerah.

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, memberikan apresiasi atas hasil panen padi yang melimpah di Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Panen raya yang dilakukan para petani di sana berhasil mencapai 9 ton gabah per hektare, melampaui target pemerintah sebesar 8 ton per hektare. Sukses ini terjadi pada Sabtu, 22 Maret 2024, dan disambut positif oleh pihak DPR RI.
Bambang Haryo Soekartono menyatakan, "Alhamdulillah hasil pertanian ini cukup bagus. Di mana disampaikan bahwa satu hektare bisa mencapai sekitar 9 ton gabah. Ini melebihi target pemerintah yang di mana pemerintah mentargetkan adalah sekitar 8 ton sekali panen. Nah, cuman frekuensi daripada panen ini kita harapkan tidak hanya satu kali panen atau dua kali panen, tapi harus bisa tiga kali panen." Keberhasilan ini menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian di Sidoarjo.
Tidak hanya itu, hasil panen padi di Sidoarjo juga telah menghasilkan surplus. Kebutuhan gabah di Sidoarjo sekitar 219.000 ton, sementara hasil panen mencapai 230.000 ton. Surplus ini menunjukkan keberhasilan program pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian.
Kinerja Petani Sidoarjo Diapresiasi DPR
Bambang Haryo Soekartono juga menggarisbawahi peran penting pemerintah pusat dalam mendukung keberhasilan ini. Ia menyebutkan peningkatan ketersediaan pupuk dari 4 juta ton menjadi 9,2 juta ton, serta penyediaan pompa air untuk petani sebagai faktor kunci. "Jadi, ini inilah apa hasil kerja keras juga dari pemerintah pusat yang sangat memperhatikan petani salah satunya adalah memperbanyak ketersediaan pupuk dari semula 4 juta ton menjadi 9,2 juta ton, termasuk juga penyediaan pompa untuk para petani," ujarnya.
Selain dukungan infrastruktur, para petani juga mendapatkan berbagai insentif, termasuk kemudahan akses perbankan. Hal ini turut berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani. "Yang sangat luar biasa saat ini adalah petani-petani ini banyak mendapatkan insentif termasuk kemudahan dalam urusan perbankan. Termasuk rumah yang nantinya itu akan akan diadakan dari 1 juta rumah itu sebagian besar untuk pedesaan, jadi pertanian, juga ada koperasi dan sebagainya," tambah Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa harga jual gabah di tingkat petani telah mencapai Rp6.500 per kilogram, sesuai standar pemerintah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Sidoarjo. "Harga gabah di petani juga dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram itu sudah standar oleh pemerintah sehingga diharapkan petani-petani yang ada di wilayah Sidoarjo ini sejahtera," katanya.
Program Pertanian Pemerintah Daerah Sidoarjo
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Eni Rustianingsih, menambahkan bahwa pemerintah daerah juga memiliki program yang berorientasi pada sektor pertanian. Program ini meliputi penyediaan pupuk dan bibit unggul. Kerjasama dengan TNI dan Polri juga dilakukan untuk mendukung program tersebut.
Eni Rustianingsih menjelaskan, "Seperti penyediaan pupuk dan juga bibit. Saat ini kami juga melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri terkait hal tersebut karena dari pusat juga sudah didelegasikan." Kerjasama antar instansi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan sektor pertanian.
Kesuksesan panen padi di Sidoarjo ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dukungan berupa infrastruktur, insentif, dan harga jual yang stabil telah memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani. Program-program yang telah diterapkan di Sidoarjo dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mencapai hasil yang serupa.