DPR Minta Pemda Optimalkan Pariwisata Desa Saat Lebaran 2025
Komisi VII DPR mendorong pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi wisata desa selama libur Lebaran 2025 guna meningkatkan perekonomian lokal dan mengurangi kepadatan di destinasi wisata utama.

Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, menyerukan pemerintah daerah untuk memanfaatkan momen libur Lebaran 2025 guna mengoptimalkan potensi wisata desa. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di tingkat desa. Menurut Kaisar, masih ada waktu bagi pemerintah daerah untuk melakukan pemetaan dan persiapan destinasi wisata desa yang potensial.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Kaisar menekankan pentingnya optimalisasi pariwisata desa sebagai strategi untuk meningkatkan perekonomian lokal. Ia menilai, libur Lebaran yang panjang dapat dimanfaatkan sebagai peluang besar untuk menarik wisatawan ke desa-desa dengan potensi wisata yang menarik. Dengan demikian, diharapkan dapat terjadi pemerataan kunjungan wisatawan dan mengurangi kepadatan di destinasi wisata utama yang selama ini menjadi tujuan favorit.
Lebih lanjut, Kaisar menjelaskan bahwa optimalisasi pariwisata desa tidak hanya berdampak positif bagi perekonomian, tetapi juga berkontribusi pada pemerataan pembangunan di Indonesia. Banyak daerah di Indonesia yang memiliki potensi wisata yang belum tergali secara maksimal. Dengan pengembangan yang tepat, potensi wisata desa dapat menjadi penggerak kemajuan ekonomi di daerah tersebut.
Optimalkan Pariwisata Desa dari Hulu Hingga Hilir
Kaisar Abu Hanifah, yang juga merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan D.I. Yogyakarta, menekankan pentingnya pengembangan pariwisata desa yang terintegrasi dan menyeluruh. Optimalisasi ini, menurutnya, harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Hal ini mencakup penyiapan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kenyamanan wisatawan.
Salah satu aspek penting yang harus diperhatikan adalah aksesibilitas. Jalur transportasi menuju desa wisata harus mudah diakses dan nyaman. Selain itu, Kaisar juga mengingatkan pentingnya mencegah pungutan liar (pungli) di tempat wisata. Praktik pungli dapat merusak citra pariwisata desa dan menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung.
Lebih lanjut, Kaisar menambahkan bahwa kesiapan masyarakat setempat juga merupakan faktor kunci keberhasilan optimalisasi pariwisata desa. Masyarakat harus dilibatkan secara aktif dalam proses pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata, sehingga dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung.
Dengan optimalisasi yang tepat, pariwisata desa dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi di daerah.
Potensi Wisatawan Lebaran 2025
Kementerian Pariwisata memperkirakan pergerakan wisatawan domestik selama libur Lebaran 2025 akan mencapai lebih dari 140 juta jiwa. Angka ini menunjukkan potensi besar yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata, termasuk pariwisata desa.
Sebanyak 70 persen wisatawan diperkirakan akan berlibur di Pulau Jawa, sementara 30 persen lainnya akan mengunjungi daerah lain di Indonesia, seperti Bali. Pemerataan kunjungan wisatawan ini menjadi penting untuk mengurangi kepadatan di destinasi wisata populer dan mendorong pengembangan destinasi wisata baru di berbagai daerah, termasuk di desa-desa.
Dengan adanya potensi wisatawan yang besar ini, pemerintah daerah perlu mempersiapkan diri dengan matang untuk menyambut para wisatawan dan memastikan kenyamanan serta keamanan selama mereka berada di destinasi wisata.
Pemerataan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah, termasuk desa-desa wisata, akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian lokal dan pembangunan di Indonesia. Oleh karena itu, optimalisasi pariwisata desa menjadi langkah strategis yang perlu dijalankan oleh pemerintah daerah.
Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, pariwisata desa dapat menjadi salah satu sektor andalan perekonomian Indonesia dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.