FK-IJK Sulteng Salurkan Bantuan Sosial Rp22 Juta dan 815 Kg Beras di Bulan Ramadhan
Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK-IJK) Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan sosial senilai Rp22,2 juta dan 815 kg beras melalui Baznas Sulteng untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu di bulan Ramadhan.

Pada Senin, 24 Maret 2025, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FK-IJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyerahkan bantuan sosial melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulteng. Penyerahan bantuan ini dilakukan di Palu, sebagai bentuk kepedulian industri jasa keuangan terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya di bulan Ramadhan 1446 Hijriah. Bantuan tersebut berupa uang tunai dan beras yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Sulawesi Tengah.
Ketua FK-IJK Sulteng, Bonny Hardi Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi industri jasa keuangan di Sulteng bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban mereka yang membutuhkan, terutama pada bulan Ramadhan yang penuh berkah ini," katanya. Penyerahan bantuan ini melibatkan 11 IJK yang memberikan kontribusi uang tunai dan 12 IJK lainnya yang menyumbangkan beras.
Total bantuan yang terkumpul cukup signifikan, mencapai Rp22,2 juta dalam bentuk uang tunai dan 815 kilogram beras. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penerima manfaat dan membantu mereka memenuhi kebutuhan pokok di bulan Ramadhan. FK-IJK Sulteng menekankan pentingnya kepedulian sosial sebagai bagian integral dari industri jasa keuangan, di samping fokus pada pengembangan sektor tersebut.
Bantuan Sosial FK-IJK Sulteng: Kolaborasi dan Kepedulian
Sebanyak 11 IJK di Sulawesi Tengah berpartisipasi dalam pengumpulan dana tunai yang mencapai Rp22,2 juta. Partisipasi ini menunjukkan komitmen nyata dari industri jasa keuangan dalam membantu masyarakat. Selain kontribusi uang tunai, 12 IJK lainnya turut berkontribusi dengan menyumbangkan 815 kilogram beras. Beras ini menjadi tambahan bantuan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan bantuan secara simbolis ini memiliki makna yang mendalam. Hal ini menggambarkan komitmen FK-IJK Sulteng tidak hanya fokus pada pengembangan industri jasa keuangan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat. FK-IJK Sulteng mengajak seluruh anggotanya untuk terus berkolaborasi dan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
FK-IJK Sulteng berkomitmen untuk menjalankan program-program sosial secara berkelanjutan. Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial industri jasa keuangan di wilayah Sulawesi Tengah. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Apresiasi Baznas Sulteng atas Bantuan FK-IJK
Ketua Baznas Sulteng, Dahlia Syuaib, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FK-IJK Sulteng atas kepedulian dan kemurahan hati dalam berbagi di bulan Ramadhan. "Kami merasa terhormat menerima amanah ini. Bantuan dari FK-IJK merupakan tanggung jawab dunia dan akhirat yang insya Allah akan kami salurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Ini adalah bentuk nyata sinergi dalam membantu sesama," ujarnya.
Baznas Sulteng berkomitmen untuk menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran. Kerja sama antara FK-IJK Sulteng dan Baznas Sulteng ini menjadi contoh nyata sinergi antara sektor swasta dan lembaga filantropi dalam upaya membantu masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan menjadi prioritas utama.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan meringankan beban masyarakat kurang mampu di Sulawesi Tengah, khususnya selama bulan Ramadhan. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi pihak lain untuk turut serta dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Melalui kerjasama ini, diharapkan akan tercipta dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. Komitmen FK-IJK Sulteng dalam menjalankan program-program sosial ini patut diapresiasi dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi industri jasa keuangan lainnya.