Gubernur NTB Jajaki Investasi dan Kerja Sama Tenaga Kerja dengan UEA
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, bertemu Dubes RI untuk UEA, Husen Bagis, membahas peluang investasi di sektor pertanian, peternakan, pertambangan, dan pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) serta peluang kerja bagi tenaga kesehatan Indonesia di UEA.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, baru-baru ini bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA), Husen Bagis, di Mataram pada 3 April 2024. Pertemuan tersebut membahas peluang investasi dan kerja sama tenaga kerja antara NTB dan UEA. Pertemuan ini penting karena membahas potensi investasi yang signifikan dan peluang kerja bagi warga NTB di UEA, khususnya di sektor kesehatan.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Husen Bagis menyampaikan adanya minat investor UEA untuk mengembangkan Balai Latihan Kerja (BLK) di NTB. Selain itu, Dubes juga menyoroti tingginya permintaan tenaga kesehatan, terutama perawat berpengalaman, di UEA. Hal ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, khususnya dari NTB, untuk bekerja di negara tersebut.
Gubernur Iqbal menyambut baik peluang tersebut dan berkomitmen untuk mempersiapkan tenaga perawat yang terampil dan berpengalaman. Ia bahkan berencana memanfaatkan rumah sakit di NTB untuk meningkatkan pengalaman para perawat sebelum mereka bekerja di UEA. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah NTB dalam mendukung warganya untuk mendapatkan kesempatan kerja yang lebih baik.
Peluang Investasi di NTB
Selain membahas peluang kerja sama tenaga kerja, Gubernur Iqbal juga menawarkan berbagai sektor investasi potensial di NTB kepada Dubes Bagis. Sektor-sektor tersebut meliputi pertanian, peternakan, dan pertambangan. Namun, ia menekankan pentingnya pengelolaan ekosistem yang terintegrasi untuk memastikan investasi yang masuk tidak menimbulkan masalah lingkungan atau sosial.
Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada investor, Gubernur Iqbal berencana membentuk perusahaan daerah yang akan berpartisipasi dalam investasi strategis di NTB. Keikutsertaan pemerintah daerah, meskipun dalam porsi minoritas, bertujuan untuk memberikan jaminan kepada investor dan membantu menyelesaikan berbagai permasalahan, seperti perizinan dan isu sosial.
Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan berperan aktif dalam mengurus masalah sosial dan perizinan, sehingga investor dapat fokus pada kegiatan bisnis mereka. Strategi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi ke NTB dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Potensi Investasi di Sektor Pertambangan dan Hilirisasi
Gubernur Iqbal juga memaparkan peluang investasi di sektor pertambangan, khususnya terkait dengan keberadaan smelter di NTB. Ia menjelaskan bahwa produk smelter, seperti tembaga dan asam sulfat, dapat dimanfaatkan untuk hilirisasi industri, misalnya dalam produksi kabel dan pupuk. Hal ini menunjukkan potensi besar untuk pengembangan industri hilir di NTB.
Lebih lanjut, Gubernur Iqbal menyoroti potensi investasi yang masih terbuka luas di sektor pertambangan. Selain tambang emas baru di Batu Biru, ia menyebutkan bahwa PT Sumbawa Timur Mining masih membutuhkan investasi untuk mempercepat proses eksploitasi sumber daya yang telah dieksplorasi selama satu dekade terakhir. Ia optimistis bahwa dengan pengelolaan yang baik, investasi dari UEA dapat segera terealisasi.
Dengan adanya potensi investasi yang besar di berbagai sektor dan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung para investor, NTB diharapkan dapat menarik investasi yang signifikan dari UEA dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kerja sama ini juga akan membuka peluang kerja bagi masyarakat NTB dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pertemuan antara Gubernur NTB dan Dubes RI untuk UEA ini menandai langkah penting dalam pengembangan ekonomi NTB dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan UEA. Harapannya, kerja sama ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua negara.