Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik hingga 1000 Meter!
Gunung Dukono di Halmahera Utara erupsi pada Selasa pagi, menyemburkan abu vulkanik setinggi 1000 meter dan memicu peningkatan kewaspadaan di sekitar gunung tersebut.

Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, erupsi pada Selasa pagi, 1 Januari 2024, sekitar pukul 08.10 WIT. Erupsi ini menyemburkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak gunung. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Sarjan Roboke, membenarkan kejadian ini melalui keterangan tertulis yang diterima di Ternate. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan meningkatkan kewaspadaan di wilayah sekitar gunung berapi tersebut.
Kolom abu yang dihasilkan erupsi teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong mengarah ke selatan. Letusan terekam pada seismogram dengan amplitudo 24 mm dan durasi 55,80 detik di Pos PGA Dukono yang berada di Desa Mamuya, Kecamatan Galela. Jarak antara titik erupsi dengan pemukiman penduduk berkisar antara 10 hingga 15 kilometer, sehingga potensi dampaknya perlu diwaspadai.
Meskipun erupsi terjadi, status Gunung Dukono masih berada pada level II atau waspada. Namun, peringatan tetap dikeluarkan untuk masyarakat sekitar, pengunjung, dan wisatawan agar tidak melakukan pendakian atau mendekati kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer. Hal ini penting mengingat letusan dengan abu vulkanik terjadi secara periodik dan sebaran abunya dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin, sehingga area yang terdampak abu tidak selalu sama.
Imbauan Waspada dan Kesiapsiagaan
Masyarakat di sekitar Gunung Dukono diimbau untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi potensi dampak erupsi. Sarjan Roboke menekankan pentingnya kesiapsiagaan dengan menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari ancaman bahaya abu vulkanik terhadap pernapasan. Abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, sehingga penggunaan masker sangat dianjurkan sebagai langkah pencegahan.
Petugas PGA Dukono terus memantau aktivitas Gunung Dukono secara ketat. Data-data seismik dan visual terus dikumpulkan dan dianalisis untuk mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas vulkanik. Informasi terkini akan terus diinformasikan kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi untuk memastikan informasi yang akurat dan tepat waktu.
Pemerintah daerah setempat juga turut berperan aktif dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi bencana gunung api. Sosialisasi dan simulasi evakuasi rutin dilakukan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bahaya erupsi.
Karakteristik Erupsi Gunung Dukono
Gunung Dukono merupakan gunung berapi yang aktif dan memiliki sejarah letusan yang panjang. Erupsi yang terjadi umumnya berupa erupsi eksplosif dengan menghasilkan abu vulkanik. Tinggi kolom abu bervariasi tergantung pada kekuatan letusan. Karakteristik erupsi ini perlu dipahami oleh masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Selain abu vulkanik, potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai adalah aliran piroklastik dan lahar dingin. Aliran piroklastik merupakan campuran gas panas dan material vulkanik yang bergerak cepat menuruni lereng gunung. Lahar dingin terjadi ketika material vulkanik bercampur dengan air hujan atau air permukaan, membentuk aliran lumpur yang dapat merusak lingkungan dan infrastruktur.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami peta bahaya Gunung Dukono dan mengikuti arahan dari petugas berwenang. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan merupakan kunci untuk meminimalkan risiko kerugian jiwa dan harta benda akibat erupsi gunung berapi.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Ikuti arahan dari pihak berwenang dan selalu perbarui informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Dukono melalui sumber-sumber terpercaya.
Semoga situasi dapat segera terkendali dan masyarakat di sekitar Gunung Dukono tetap aman.