PGA Dukono Imbau Masyarakat Patuhi Larangan Mendaki: Gunung Dukono Erupsi Hingga 1.100 Meter
Gunung Dukono di Halmahera Utara kembali erupsi, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) mengimbau masyarakat untuk mematuhi larangan mendaki dan menjauhi radius 4 kilometer dari kawah.

Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali erupsi. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono meminta masyarakat sekitar dan wisatawan untuk mematuhi larangan mendaki gunung tersebut. Erupsi yang terjadi pada Rabu, 26 Maret 2024, menghasilkan semburan abu vulkanik setinggi 1.100 meter di atas puncak gunung. Imbauan ini dikeluarkan mengingat status Gunung Dukono masih berada pada level II atau Waspada.
Petugas Pos PGA Dukono, M Saum Amin, menyampaikan imbauan langsung melalui pernyataan resmi. "Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung maupun wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer," tegasnya. Pernyataan ini menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap larangan tersebut demi keselamatan.
Erupsi Gunung Dukono terjadi dua kali pada hari Rabu. Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 07.30 WIT dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.000 meter, berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur. Erupsi kedua terjadi pukul 09.23 WIT, dengan kolom abu setinggi 1.100 meter, berwarna kelabu, dan tercatat di seismogram dengan amax 34 mm dan durasi 58,67 detik. Angin yang bertiup sedang hingga kencang ke arah timur dan timur laut membawa abu vulkanik menuju Kota Tobelo dan sekitarnya.
Imbauan Waspada dan Keselamatan Masyarakat
Jarak antara aktivitas vulkanik dengan pemukiman penduduk sekitar 10 hingga 15 kilometer. Meskipun demikian, PGA Dukono tetap mengimbau kewaspadaan. "Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landasan abunya tidak tetap," jelas M Saum Amin. Hal ini menunjukkan potensi bahaya abu vulkanik yang dapat meluas dan tidak terprediksi.
PGA Dukono juga memberikan saran praktis bagi masyarakat sekitar. Mereka diminta untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi diri dari ancaman bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan. Langkah antisipatif ini penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Tingginya kolom abu vulkanik yang mencapai 1.100 meter menunjukkan intensitas erupsi yang signifikan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Pemantauan aktivitas Gunung Dukono terus dilakukan oleh PGA Dukono untuk memberikan informasi terkini dan akurat kepada masyarakat.
Dengan status Gunung Dukono yang masih waspada, penting bagi semua pihak untuk tetap mematuhi imbauan dan larangan yang telah ditetapkan. Keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam menghadapi aktivitas vulkanik ini. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kanal resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api Dukono.
Radius Bahaya dan Antisipasi Dampak Erupsi
Radius bahaya 4 kilometer dari kawah Malupang Warirang harus dipatuhi dengan ketat. Area ini berpotensi terdampak langsung dari material vulkanik seperti abu, batu, dan gas berbahaya. Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Dukono harus selalu siap siaga dan mengikuti perkembangan informasi dari PGA Dukono.
Sebaran abu vulkanik yang dipengaruhi arah dan kecepatan angin juga perlu diperhatikan. Abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, dan masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, penggunaan masker sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah yang berpotensi terdampak.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga perlu mempersiapkan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi bencana. Hal ini termasuk penyediaan tempat evakuasi, penyediaan masker dan alat pelindung diri lainnya, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah keselamatan.
Kejadian erupsi Gunung Dukono ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Pemantauan gunung api secara rutin dan edukasi kepada masyarakat merupakan kunci dalam meminimalisir risiko dan dampak erupsi.
Kesimpulannya, patuh pada imbauan PGA Dukono sangat penting untuk keselamatan. Masyarakat harus selalu waspada dan siap menghadapi potensi bahaya erupsi Gunung Dukono.