Ibu Kota Nusantara: 42 Penyewa Sudah Ramaikan Kawasan Pemukiman
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melaporkan bahwa 42 penyewa telah beroperasi di kawasan pemukiman Ibu Kota Nusantara, menandai kemajuan signifikan pembangunan IKN.

Penajam Paser Utara, 28 Februari 2024 - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus menunjukkan perkembangan pesat. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengumumkan bahwa hingga saat ini telah terdapat 42 penyewa yang beroperasi di kawasan pemukiman IKN, yang terletak di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Keberadaan penyewa ini menandakan langkah maju signifikan dalam mewujudkan visi IKN sebagai pusat pemerintahan modern dan berkelanjutan.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa fokus pembangunan tahap awal (2022-2024) adalah pada pengolahan lanskap atau land improvement. Proses ini dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan. "Tahap awal pembangunan 2022-2024, fokus pembangunan lahan merujuk pengolahan lanskap (land improvement) tanpa mengabaikan keseimbangan lingkungan," ujar Basuki.
Berbagai fasilitas dasar telah dibangun untuk mendukung operasional IKN. Fasilitas tersebut meliputi perkantoran, sistem drainase yang memadai, jalan, jaringan kelistrikan, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Keberadaan fasilitas-fasilitas ini menjadi daya tarik bagi para penyewa untuk turut serta dalam pengembangan IKN.
Kemajuan Pembangunan IKN dan Fasilitas yang Tersedia
Ke-42 penyewa tersebut terdiri dari berbagai jenis usaha, termasuk restoran dan hotel. Mereka telah beroperasi sejak tahap pertama pembangunan IKN dimulai. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi dan perkembangan IKN di masa mendatang. Pembangunan IKN sendiri mengedepankan aspek keberlanjutan dan pemanfaatan teknologi digital.
Seluruh fasilitas di IKN dirancang dengan mengadopsi teknologi digital dan sistem pintar. Konsep ini selaras dengan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang ramah lingkungan. Teknologi mutakhir diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan publik dan memperkuat ekosistem digital di IKN.
Pemerintah optimistis bahwa dengan perencanaan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, IKN akan menjadi pusat pemerintahan modern dan berdaya saing global. IKN diharapkan dapat mencerminkan visi Indonesia yang maju dan berkelanjutan. Pembangunan IKN sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota politik Indonesia pada 2028 terus berlanjut.
Dukungan Pemerintah dan Target Pembangunan
OIKN memastikan keberlanjutan proyek strategis ini dengan fokus pada penyelesaian berbagai infrastruktur utama. Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan IKN dengan menyetujui anggaran pembangunan tahap kedua sebesar Rp48,8 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk penyelesaian fasilitas pendukung ekosistem IKN.
Salah satu target utama pembangunan adalah penyelesaian fasilitas yudikatif dan legislatif. Fasilitas ini merupakan komponen penting dalam operasional pemerintahan di IKN. Dalam pembangunannya, tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan menjaga konsep kota cerdas, kota spons yang mampu menahan air hujan, dan kota hutan.
Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah dan dukungan berbagai pihak, pembangunan IKN terus berjalan sesuai rencana. Kehadiran 42 penyewa di kawasan pemukiman merupakan bukti nyata dari kemajuan pembangunan IKN dan optimisme terhadap masa depan IKN sebagai pusat pemerintahan modern dan berkelanjutan di Indonesia.
Pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengembangan ekosistem digital dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi negara maju dan berkelanjutan.