Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
logo
LIVE
  • Auto
  • Dark Mode
  • Light Mode
  • Home
  • Hot News
  • Artis
  • Sains
  • Inspira
  • Sehat
  • Otomotif
  • Lifestyle
  • Sejarah
  • Travel
  • Sepakbol
  • Sport
  • Ngakak
LIVE
  • Auto
  • Dark Mode
  • Light Mode
  • Home
  • Hot News
  • Artis
  • Sains
  • Inspira
  • Sehat
  • Otomotif
  • Lifestyle
  • Sejarah
HEADLINE HARI INI
  1. Hot News

Iran Kecam Sanksi AS: Tindakan Melanggar Hukum dan Internasional

Iran mengecam keras sanksi terbaru AS yang menargetkan individu dan perusahaan yang membantu ekspor minyak Iran, menyebutnya sebagai tindakan ilegal dan melanggar hukum internasional.

Jumat, 07 Feb 2025 16:16:00
sumber antara
Copied!
Iran mengecam keras sanksi terbaru AS yang menargetkan individu dan perusahaan yang membantu ekspor minyak Iran, menyebutnya sebagai tindakan ilegal dan melanggar hukum internasional.
Iran mengecam keras sanksi terbaru AS yang menargetkan individu dan perusahaan yang membantu ekspor minyak Iran, menyebutnya sebagai tindakan ilegal dan melanggar hukum internasional. (© 2025 Antaranews)
ADVERTISEMENT

Teheran, 7 Juli 2024 - Iran meluncurkan kecaman keras terhadap putaran terbaru sanksi Amerika Serikat yang menyasar individu dan perusahaan yang diduga membantu ekspor minyak negara tersebut. Pemerintah Iran secara tegas menyatakan langkah AS tersebut sebagai tindakan ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita IRNA, menyebut sanksi-sanksi ini "sepenuhnya tidak sah". Baghaei menekankan bahwa tindakan AS dalam menjatuhkan sanksi terhadap berbagai negara, termasuk Iran, merupakan pelanggaran terhadap aturan dan regulasi internasional yang berlaku.

Sanksi AS: Tindakan Sejahat dan Konsekuensinya

Baghaei lebih lanjut menjelaskan bahwa upaya pemerintah AS untuk menekan rakyat Iran dengan membatasi perdagangan sah dengan mitra ekonomi merupakan tindakan sewenang-wenang. Ia menegaskan, "Keputusan pemerintahan AS untuk menekan rakyat Iran dengan menghalangi perdagangan sah Iran dengan mitra-mitra ekonominya merupakan tindakan yang tidak sah, melanggar hukum, dan bertentangan dengan aturan internasional." Pemerintah Iran, menurut Baghaei, menganggap AS bertanggung jawab penuh atas segala konsekuensi yang ditimbulkan dari tindakan sepihak dan pemaksaan ini.

Pernyataan keras ini muncul sebagai respons langsung terhadap pengumuman Kementerian Keuangan AS pada Kamis, 6 Juli 2024. Kementerian tersebut mengumumkan sanksi terhadap lebih dari selusin entitas dan individu di China, India, dan Uni Emirat Arab (UEA). Mereka dituduh memfasilitasi pengiriman minyak Iran, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Teheran.

Kebijakan "Tekanan Maksimum" AS Kembali Diaktifkan

Sanksi ini menandai langkah pertama pemerintahan Presiden AS dalam menerapkan kembali kebijakan "tekanan maksimum" terhadap Iran. Kebijakan ini, yang dihidupkan kembali melalui penandatanganan memorandum kepresidenan, bertujuan untuk menekan Iran melalui berbagai sanksi ekonomi dan politik.

Langkah AS ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap perekonomian Iran dan hubungan internasional. Para analis memprediksi sanksi ini akan semakin memperumit situasi ekonomi Iran yang sudah menghadapi berbagai tantangan. Selain itu, langkah ini juga berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Tanggapan Internasional terhadap Sanksi AS

Belum ada tanggapan resmi dari negara-negara yang terkena sanksi, yaitu China, India, dan UEA. Namun, diperkirakan akan ada reaksi dari negara-negara tersebut, mengingat sanksi ini berpotensi mengganggu hubungan ekonomi mereka dengan Iran. Komunitas internasional pun akan mencermati langkah AS ini dan dampaknya terhadap stabilitas regional.

Iran telah berulang kali menyatakan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan bahwa sanksi-sanksi tersebut tidak akan menghalangi upaya mereka untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan sipil. Teheran juga menekankan pentingnya dialog dan diplomasi untuk menyelesaikan perselisihan internasional.

Kesimpulan

Sanksi terbaru AS terhadap Iran telah memicu reaksi keras dari Teheran, yang menyebutnya sebagai tindakan ilegal dan melanggar hukum internasional. Langkah ini diperkirakan akan memperumit situasi ekonomi Iran dan meningkatkan ketegangan geopolitik. Tanggapan dari negara-negara yang terkena sanksi dan komunitas internasional akan menjadi penentu perkembangan situasi selanjutnya.

Sumber: Anadolu Agency

Share
Copied!

Share

Better experience in portrait mode.
Image Saved!
Berita Terbaru
  • Viral Dapur SPPG di Tubaba Lampung Bagikan Uang Rp10 Ribu ke Penerima MBG, Ini Penjelasannya
  • 3 Laptop Rekomendasi untuk Profesional Content Creator yang Wajib Dimiliki
  • Cara Mengundang Teman di TikTok: Panduan Lengkap untuk Pemula
  • Meriahnya Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Beijing: Dari Guiqiao Hingga Kuliner Nusantara
  • Kukar, Lumbung Padi Kaltim, Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian Topang Pangan IKN: Fakta Produksi Fantastis!
  • as
  • iran
  • konten ai
  • minyak
  • sanksi
  • sumber antara
  • teheran
Copied!
Artikel ini ditulis oleh
Yuni Arisandy Sinaga
Editor Yuni Arisandy Sinaga
Y
Reporter
  • Yuni Arisandy Sinaga
Disclaimer

Artikel ini ditulis ulang menggunakan artificial intelligence (AI). Jika ada kesalahan dalam konten, mohon laporkan ke redaksi.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

ADVERTISEMENT
Topik Populer

Topik Populer

  • Viral
  • Timnas
  • Prabowo Subianto
  • Piala AFF 2024
  • PPN 12 persen
  • Irish Bela
Rekomendasi
  • Tips Buka Puasa bagi Pasien Diabetes, Dokter: Sebaiknya Kenyang oleh Protein Bukan Nasi. (Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin)
    mbg

    Viral Dapur SPPG di Tubaba Lampung Bagikan Uang Rp10 Ribu ke Penerima MBG, Ini Penjelasannya

    2 Mar 2026
  • ASUS Zenbook A14. (Liputan6.com/ Yuslianson)
    laptop

    3 Laptop Rekomendasi untuk Profesional Content Creator yang Wajib Dimiliki

    12 Jan 2026
  • cara mengundang teman di tiktok
    aplikasi

    Cara Mengundang Teman di TikTok: Panduan Lengkap untuk Pemula

    5 Okt 2025
  • Suasana gembira menyelimuti Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Beijing, menarik perhatian ribuan pengunjung, termasuk para guiqiao, dengan ragam budaya dan kuliner.
    beijing china

    Meriahnya Perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Beijing: Dari Guiqiao Hingga Kuliner Nusantara

    20 Agu 2025
  • Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) fokus pada Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian untuk menjadi penopang pangan IKN. Bagaimana strategi mereka meningkatkan produksi padi?
    ekonomi kukar

    Kukar, Lumbung Padi Kaltim, Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian Topang Pangan IKN: Fakta Produksi Fantastis!

    20 Agu 2025
ADVERTISEMENT
Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

  • Kurang dari 24 Jam, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Premanisme di Tambora Jakarta Barat

    cctv 16 Agu 2025
  • Viral Mengamen hingga Tengah Malam, Dinsos DKI Lakukan Penertiban Pengamen Anak Secara Persuasif

    Dinsos DKI 12 Agu 2025
  • Bikin Heboh! Wakil Menteri Ketenagakerjaan Tampil dengan Kaus One Piece Dukung Buruh Mogok, Simbol Perlawanan Ketidakadilan?

    Bendera Bajak Laut 8 Agu 2025
  • Viral Minta Rp100 Ribu, Juru Parkir Liar Tanah Abang Ditangkap Polisi

    hukum 30 Jul 2025
  • Kurang dari 24 Jam! Polisi Tangkap Dua Pencuri Tas Kereta di Tambora, Korban Rugi Rp10 Juta

    cctv 29 Jul 2025
logo
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap
  • Kapanlagi.com
  • Otosia
  • Liputan6
  • Fimela
  • Bola.net
  • Brilio
  • Bola.com
  • Merdeka
Connect with us

Copyright © 2026 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.