Jatiluwih Bali Siap Sambut Libur Lebaran: 12 Kantong Parkir Disiapkan!
Jelang libur Lebaran 2025, DTW Jatiluwih di Tabanan, Bali, siapkan 12 kantong parkir untuk antisipasi lonjakan wisatawan domestik yang diperkirakan meningkat signifikan.

Tabanan, Bali, 01 April 2024 (ANTARA) - Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, bersiap menyambut lonjakan pengunjung selama libur Lebaran 2025. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengelola telah menyiapkan 12 kantong parkir yang tersebar di berbagai lokasi.
"Kami memproyeksikan peningkatan kunjungan wisatawan domestik yang signifikan selama libur Lebaran," ungkap Manager DTW Jatiluwih, I Ketut Purna, di Tabanan, Selasa. Ia menjelaskan bahwa peningkatan ini didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
Dengan total estimasi kapasitas hingga 170 mobil, pengelola optimistis mampu menampung kendaraan yang datang. Strategi pengaturan lalu lintas pun telah disiapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan di area parkir.
Lokasi Kantong Parkir DTW Jatiluwih
Sebanyak 12 kantong parkir telah disiapkan, tersebar di berbagai titik, termasuk area parkir umum, restoran, hingga lapangan umum. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Anantaloka (10 unit)
- Gong Restoran (30 unit)
- Warung Teras Subak (2 unit)
- Warung Dhea (10 unit)
- J Teras (8 unit)
- Bhuana Agung (10 unit)
- JR Resto (10 unit)
- Parkir Umum Atas (20 unit)
- Parkir Umum Baru (38 unit)
- Warung Wayan (25 unit)
- Warung Krisna (6 unit)
- Lapangan Gunung Sari (10 unit)
Pengelola mencatat jumlah pengunjung pada Minggu (30 Maret 2025) mencapai 2.511 orang, dengan 1.807 orang merupakan wisatawan domestik. Pada hari H Idul Fitri (31 Maret 2025), jumlah pengunjung masih sekitar 2.000 orang. Pihak pengelola memprediksi peningkatan kunjungan hingga 7 April 2025, hari terakhir libur panjang Lebaran.
Harga Tiket Masuk dan Daya Tarik Jatiluwih
Harga tiket masuk DTW Jatiluwih dibedakan berdasarkan kategori pengunjung: Rp15.000 untuk pengunjung lokal Bali, Rp25.000 untuk wisatawan domestik, dan Rp75.000 untuk wisatawan asing. Keindahan sawah terasering dengan latar Gunung Batukaru menjadi daya tarik utama kawasan ini.
Pengunjung dapat menikmati keindahan alam dengan berjalan kaki atau bersepeda di jalur khusus yang telah disediakan. Aneka kuliner dan minuman juga ditawarkan di sejumlah kedai yang tersebar di desa wisata tersebut. Jatiluwih sendiri telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 2012, dan desa ini berkomitmen terhadap pariwisata berkelanjutan.
Sebelumnya, Desa Wisata Jatiluwih terpilih sebagai salah satu dari 55 desa wisata dengan predikat baik oleh UN Tourism, berdasarkan sembilan indikator, termasuk sumber daya alam dan budaya, promosi dan konservasi budaya, serta keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan budaya menjadi kunci keberhasilan Jatiluwih dalam menarik wisatawan.
Dengan persiapan matang yang dilakukan, DTW Jatiluwih siap menyambut lonjakan wisatawan selama libur Lebaran 2025 dan memberikan pengalaman wisata yang berkesan bagi para pengunjungnya. Pengelola berharap agar kunjungan wisatawan dapat berjalan lancar dan tertib, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya setempat.