Kaltim Dorong Perempuan Berdaya Saing, Wujudkan Indonesia Emas 2045
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) gencar memberdayakan perempuan untuk berkontribusi signifikan dalam pembangunan berkelanjutan dan visi Indonesia Emas 2045, mencakup berbagai sektor strategis.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki komitmen kuat untuk memberdayakan perempuan dan mendorong peran aktif mereka dalam pembangunan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur, Noryani Sorayalita, di Samarinda pada Senin, 24 Februari 2024. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 dan visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Sorayalita, perempuan Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam berbagai sektor, mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya hingga teknologi. Partisipasi aktif perempuan sangat krusial untuk mencapai tujuan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, "Kaum hawa bisa berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi," ujarnya.
Lebih lanjut, Sorayalita mencontohkan peran perempuan dalam politik, mulai dari tingkat nasional hingga daerah, seperti presiden, gubernur, menteri, bupati, dan camat. Namun, peran perempuan tidak hanya terbatas pada sektor politik. Mereka juga berperan penting sebagai pendidik utama bagi anak-anak, pelestari budaya, inovator teknologi, dan aktor kunci pembangunan desa melalui perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
Penguatan Peran Perempuan di Berbagai Sektor
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyadari pentingnya pemberdayaan perempuan dalam pembangunan. Oleh karena itu, berbagai program dan upaya terus digalakkan melalui lembaga kemasyarakatan. Program tersebut meliputi peningkatan ekonomi perempuan, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, dan penguatan peran perempuan di berbagai sektor.
Sorayalita menambahkan, "Di era yang semakin maju ini, kita perlu terus mendorong perempuan untuk memiliki kesempatan, partisipasi, dan akses terhadap sumber daya ekonomi." Ia meyakini bahwa akses yang setara akan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan berkontribusi pada pembangunan nasional. Pemberdayaan perempuan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga menciptakan ruang bagi perempuan untuk berkembang, berinovasi, dan berperan aktif dalam masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap, melalui organisasi perempuan di Kalimantan Timur, peran perempuan akan semakin besar dan luas. Pemerintah berupaya membuka peluang dan mendorong perempuan untuk memberdayakan diri, baik melalui dukungan pemerintah maupun secara mandiri. Dengan kesiapan perempuan sebagai pelopor pembangunan, diharapkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat dapat meningkat.
Strategi Pemberdayaan Perempuan Kaltim
- Peningkatan akses ekonomi bagi perempuan.
- Pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.
- Penguatan peran perempuan dalam pemerintahan dan pembangunan desa.
- Dukungan terhadap organisasi perempuan.
- Pembukaan peluang dan pelatihan kewirausahaan bagi perempuan.
Dengan berbagai strategi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimistis dapat mewujudkan perempuan yang berdaya saing dan berkontribusi penuh dalam pembangunan berkelanjutan, serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Partisipasi aktif perempuan adalah kunci keberhasilan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Harapannya, dengan semakin banyak perempuan yang berperan aktif di berbagai bidang, pembangunan di Kalimantan Timur akan semakin maju dan sejahtera. Hal ini selaras dengan komitmen pemerintah untuk menciptakan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.