Kaltim Kejar Target Listrik: 66 Ribu Rumah di Pedalaman Segera Teraliri PLN
Dinas ESDM Kaltim percepat elektrifikasi untuk menuntaskan target 66.000 rumah tanpa akses listrik PLN, terutama di daerah pedalaman dan perbatasan.

Samarinda, 28 Februari 2024 - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah berpacu dengan waktu untuk memastikan 66.000 rumah di wilayahnya mendapatkan akses listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Upaya ini difokuskan pada daerah-daerah pedalaman dan perbatasan yang selama ini masih kesulitan mendapatkan akses energi listrik. Tantangan geografis dan infrastruktur menjadi kendala utama dalam pencapaian target tersebut.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menyatakan komitmen penuh untuk menyelesaikan permasalahan ini. "Langkah ini diambil untuk mengatasi tantangan elektrifikasi yang masih dihadapi di wilayah pedalaman dan perbatasan Kaltim," ujarnya di Samarinda, Jumat lalu. Ia menjelaskan bahwa masih ada 109 desa di Kaltim yang belum menikmati aliran listrik PLN, tersebar di berbagai kabupaten seperti Berau, Kutai Timur, Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat.
Keberhasilan program ini akan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil. Akses listrik akan membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Dengan demikian, pemerataan pembangunan di Kaltim akan semakin terwujud. Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen untuk terus berupaya agar seluruh masyarakat Kaltim dapat menikmati akses listrik yang memadai.
Infrastruktur dan Strategi Elektrifikasi
Salah satu tantangan terbesar dalam program ini adalah infrastruktur yang belum memadai di daerah pedalaman. Banyak desa yang sulit dijangkau karena minimnya akses jalan dan jembatan. "Jaringan listrik biasanya mengikuti pembangunan jalan dan jembatan. Oleh karena itu, kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa infrastruktur di wilayah pedalaman terus ditingkatkan," jelas Bambang. Untuk itu, Dinas ESDM Kaltim akan menyusun peta jalan ketenagalistrikan yang komprehensif, memetakan potensi dan tantangan, serta merumuskan strategi yang tepat sasaran.
Peta jalan ini akan menjadi panduan dalam pelaksanaan program elektrifikasi. Langkah-langkah yang terukur dan terencana akan meminimalisir hambatan dan memastikan efisiensi anggaran. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan. Pemerintah Provinsi Kaltim akan melibatkan PLN dan pihak swasta dalam program ini.
Kerja sama dengan pihak swasta, khususnya dalam pengembangan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT), menjadi strategi kunci. "Pembangkit listrik EBT sangat cocok untuk wilayah pedalaman karena dapat dibangun secara terdesentralisasi," tambah Bambang. Pembangkit EBT diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau jaringan PLN.
Koordinasi yang erat dengan PLN juga menjadi bagian penting dari strategi ini. Kerjasama tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program elektrifikasi untuk memastikan program tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Menyambungkan Desa Terpencil
Program elektrifikasi ini tidak hanya sekadar menyediakan listrik, tetapi juga tentang menghubungkan desa-desa terpencil dengan kemajuan. Listrik menjadi kunci untuk membuka akses informasi, teknologi, dan pendidikan. Dengan akses listrik yang memadai, masyarakat di daerah pedalaman dapat meningkatkan taraf hidupnya.
Pemerintah Provinsi Kaltim menyadari pentingnya pemerataan pembangunan. Program ini merupakan bukti komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat Kaltim, termasuk di daerah terpencil, dapat menikmati manfaat pembangunan yang setara. Keberhasilan program ini akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Kaltim yang maju dan sejahtera.
Target 66.000 rumah yang akan teraliri listrik PLN merupakan langkah besar dalam upaya tersebut. Dengan strategi yang komprehensif dan kolaborasi yang kuat, diharapkan target ini dapat tercapai dengan lancar dan tepat waktu, membawa perubahan positif bagi kehidupan masyarakat Kaltim.
Keberhasilan program ini akan berdampak luas, tidak hanya pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Akses listrik yang memadai akan membuka peluang bagi anak-anak untuk belajar lebih baik dan bagi masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan yang lebih baik.