Listrik PLN Menyinari 9 Desa di Kaltim dan Kaltara, Warga Sambut Ramadhan dan Idul Fitri dengan Bahagia
PLN UID Kaltimra berhasil menyalurkan listrik ke sembilan desa di Kaltim dan Kaltara, membawa kebahagiaan bagi warga yang kini dapat menikmati penerangan dan aktivitas lebih produktif.

Tanjung Selor, 3 April 2024 (ANTARA) - Kabar gembira datang dari Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara)! PLN UID Kaltimra berhasil mendistribusikan listrik ke sembilan desa terpencil, memberikan penerangan dan harapan baru bagi masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah. Kehadiran listrik PLN ini bukan hanya sekadar penerangan, melainkan juga simbol kemajuan dan peningkatan kesejahteraan bagi warga yang selama ini hidup tanpa akses listrik memadai.
Keberhasilan ini disambut antusias oleh warga. Mulyadi, Camat Sandaran, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim, mengungkapkan rasa syukur atas hadirnya listrik PLN di dua desa di wilayahnya, Desa Manubar dan Desa Manubar. "Ramadhan dan Idul Fitri ini begitu spesial, dua desa kami akhirnya menikmati listrik PLN, membawa kebahagiaan bagi warga," ujarnya dalam keterangan tertulis PLN UID Kaltimra.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Dawat Udan, Camat Krayan Barat, Kaltara. Ia mewakili enam desa di wilayahnya yang kini telah terang benderang berkat kerja keras PLN. "Tentunya perjuangan PLN tidak mudah, kami sangat menghargai kerja keras ini," kata Dawat Udan. Hal senada juga diungkapkan Werry Iswanto, Kepala Desa Long Puak, Kaltara, yang merasakan dampak positif kehadiran listrik bagi kehidupan warganya.
Listrik PLN: Harapan Baru untuk Desa Terpencil
Lebih dari 100 kepala keluarga di Desa Manubar dan Desa Manubar, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim, kini merasakan manfaat listrik PLN. Sebelumnya, kedua desa tersebut hanya mengandalkan pembangkit listrik desa (PLTD) dengan keterbatasan biaya dan durasi penyalaan. Kehadiran PLN menjadi solusi nyata atas kendala tersebut.
Di Kaltara, tujuh desa di Kecamatan Krayan Timur dan Krayan Barat, Kabupaten Nunukan, juga merasakan manfaat yang sama. Desa-desa tersebut adalah Desa Pa Raye (Krayan Timur) dan enam desa di Krayan Barat: Desa Long Mangan, Desa Buduk Kubul, Desa Pamulak, Desa Long Puak, Desa Painan, dan Desa Long Kabid. Kehadiran listrik di desa-desa ini membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Werry Iswanto, Kepala Desa Long Puak, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PLN. "Terima kasih PLN, kini anak-anak saya bisa belajar dengan terang setiap malam, dan saya dapat bekerja lebih tenang. Adanya listrik PLN ini pasti membantu perekonomian warga desa," tuturnya. Pernyataan ini mewakili perasaan warga di sembilan desa yang merasakan dampak positif dari kehadiran listrik PLN.
Kolaborasi untuk Energi Berkeadilan
General Manager PLN UID Kaltimra, Maria G.I. Gunawan, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara PLN dengan Pemerintah Daerah (Pemda). "Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan energi berkeadilan," tegasnya. PLN UID Kaltimra berkomitmen untuk terus berupaya menghadirkan listrik hingga ke daerah-daerah terpencil, termasuk wilayah perbatasan, melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan adanya akses listrik, masyarakat di sembilan desa tersebut dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman di malam hari, warga dapat menjalankan usaha kecil menengah (UKM) dengan lebih efisien, dan secara umum, perekonomian desa diharapkan akan meningkat. PLN optimistis bahwa kehadiran listrik akan memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Keberhasilan PLN dalam menghadirkan listrik di sembilan desa ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam pemerataan akses energi di Indonesia. Kolaborasi yang baik antara PLN dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program ini. Semoga dengan adanya listrik, masyarakat di sembilan desa tersebut dapat menikmati kehidupan yang lebih baik dan berkeadilan.